Bendera Venezuela. (Anadolu Agency)
Venezuela Bebaskan 131 Tahanan Politik, 391 Orang Masih Ditahan
Willy Haryono • 15 August 2026 12:11
Caracas: Pemerintah transisi Venezuela mengumumkan pembebasan 131 tahanan politik pada Jumat kemarin, dalam langkah yang disebut sebagai bagian dari upaya rekonsiliasi politik setelah penangkapan mantan Presiden Nicolás Maduro oleh Amerika Serikat.
Mengutip dari Al Jazeera, Sabtu, 15 Agustus 2026, pemerintah Venezuela mengatakan 131 orang yang sebelumnya ditahan telah mendapatkan “langkah alternatif terhadap penahanan” melalui Program untuk Perdamaian dan Koeksistensi Demokratis.
Namun, jumlah tersebut belum seluruhnya terverifikasi secara independen. Kelompok oposisi Vente Venezuela mengonfirmasi puluhan pembebasan, sementara lembaga swadaya masyarakat Foro Penal yang memantau tahanan politik Venezuela juga melakukan verifikasi terhadap mereka yang telah dibebaskan.
Media Reuters melaporkan Foro Penal awalnya mengonfirmasi 29 orang telah dibebaskan hingga Jumat sore, sementara jumlah terverifikasi kemudian bertambah.
Momen haru terlihat ketika sejumlah mantan tahanan dijemput keluarga mereka di luar Penjara El Rodeo I, Guatire. Foro Penal mengatakan setidaknya 17 perempuan termasuk dalam daftar pembebasan pada Jumat.
Salah satu perempuan yang dibebaskan disebut merupakan tersangka dalam kasus dugaan konspirasi untuk membunuh Nicolas Maduro.
Meski pemerintah mengumumkan pembebasan dalam jumlah besar, Foro Penal masih mencatat 391 tahanan politik berada di penjara Venezuela per 10 Agustus. Organisasi tersebut secara konsisten menekankan pentingnya verifikasi independen terhadap klaim pembebasan pemerintah.
Pembebasan terbaru menjadi bagian dari rangkaian langkah yang diambil pemerintahan sementara yang dipimpin Delcy Rodríguez sejak Maduro ditangkap dalam operasi militer Amerika Serikat pada 3 Januari 2026.
Menurut data yang dikutip dari laporan mengenai situasi tahanan politik Venezuela, ratusan tahanan telah dibebaskan sejak awal tahun. Namun, jumlah yang diumumkan pemerintah kerap berbeda dengan jumlah yang dapat diverifikasi oleh organisasi hak asasi manusia.
Dorong Rekonsiliasi Politik
Pemerintahan Rodríguez menjadikan pembebasan tahanan politik sebagai salah satu bagian dari agenda rekonsiliasi nasional setelah perubahan kekuasaan di Venezuela.Program tersebut berlangsung di tengah dialog politik yang melibatkan pemerintah dan kelompok oposisi dengan dorongan dari Washington. Amerika Serikat menyambut pembebasan terbaru sebagai langkah penting menuju rekonsiliasi politik Venezuela.
Foro Penal sebelumnya juga menyambut langkah pembebasan tahanan politik, tetapi menekankan bahwa proses tersebut harus dilakukan secara transparan dan mencakup seluruh orang yang ditahan karena alasan politik.
Pada awal tahun, pemerintah Rodríguez juga mengajukan Undang-Undang Amnesti sebagai bagian dari upaya mengakhiri periode panjang konflik politik dan pembatasan terhadap kelompok oposisi. Namun, organisasi hak asasi manusia tetap menyoroti masih banyaknya orang yang berada dalam tahanan atau menghadapi pembatasan kebebasan.
Dengan masih adanya ratusan tahanan politik, pembebasan terbaru menjadi ujian bagi pemerintahan transisi Rodríguez dalam membuktikan komitmennya terhadap rekonsiliasi dan pemulihan kehidupan demokratis di Venezuela.
Situasi tersebut juga menjadi bagian dari proses politik yang lebih luas setelah penangkapan Maduro. Pemerintahan baru menghadapi tuntutan untuk membuka ruang politik, menjamin hak-hak kelompok oposisi, serta mempersiapkan Venezuela menuju proses politik yang lebih inklusif. (Razaqa Hariz)
Baca juga: Venezuela Mulai Perundingan Transisi Politik yang Didukung AS