Pariwisata di NTT Pascagempa, Ini Daftar Destinasi yang Tutup

Arsip - Desa Wae Rebo, Manggarai, Nusa Tenggara Timur. ANTARA/HO-Kemenparekraf/am.

Pariwisata di NTT Pascagempa, Ini Daftar Destinasi yang Tutup

Lukman Diah Sari • 19 August 2026 12:35

Jakarta: Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyebutkan sejumlah destinasi wisata di Nusa Tenggara Timur (NTT) masih ditutup sementara pascagempa bermagnitudo (M) 7,7. Pemantauan dampak gempa terus dilakukan secara intensif melalui Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF).

Melansir Antara, pemantauan dilakukan lewat verifikasi lapangan secara berkala ke sejumlah hotel, restoran, dan destinasi wisata. Pemerintah juga mengoperasikan layanan pengaduan (*hotline*) informasi pariwisata bagi wisatawan dan pelaku usaha guna memastikan keakuratan informasi.

Berikut adalah destinasi wisata di NTT yang masih ditutup sementara:

  • Wae Rebo dan Ruteng Pu'u di Kabupaten Manggarai.

  • Taman Nasional Kelimutu di Kabupaten Ende (akibat longsoran dinding kawah).

  • Taman Wisata Alam Laut (TWAL) Gugus Pulau Teluk Maumere di Kabupaten Sikka.

  • Sejumlah kawasan wisata di Kabupaten Ngada dan Nagekeo (terkendala jaringan komunikasi dan pasokan listrik).

Sektor penerbangan turut mengalami penyesuaian jadwal. Bandara Ende membatalkan seluruh penerbangan hingga 20 Agustus 2026. Bandara Frans Sales Lega Ruteng membatalkan penerbangan maskapai Wings Air hingga 22 Agustus 2026. Sementara itu, Bandara Komodo Labuan Bajo, Bandara Frans Seda Maumere, dan Bandara Gewayantana Larantuka tetap beroperasi dengan sejumlah penyesuaian jadwal.

Guna memastikan informasi yang akurat bagi wisatawan, BPOLBF membuka *hotline* pariwisata melalui nomor **0811-3879-4555**. Layanan ini menyediakan kabar terkini mengenai kondisi destinasi, aksesibilitas, serta akomodasi pascagempa. Meski demikian, aktivitas di sejumlah destinasi utama di Labuan Bajo dan Taman Nasional Komodo mulai berangsur normal. Pelabuhan Marina Labuan Bajo telah beroperasi secara optimal dan akses pelayaran menuju Taman Nasional Komodo kembali dibuka.

Aktivitas wisata di Pulau Padar, Loh Liang di Pulau Komodo, Loh Buaya di Pulau Rinca, dan Gili Lawa juga kembali kondusif. Jumlah kunjungan wisatawan ke kawasan tersebut tercatat mencapai lebih dari 2.000 orang per hari pada 17 Agustus 2026. Destinasi lainnya, seperti Pulau Kelor dan Kampung Adat Todo di Manggarai, tetap ramai dikunjungi. Sementara itu, destinasi Gua Batu Cermin telah beroperasi normal sejak 16 Agustus 2026.

Destinasi pariwisata di Labuan Bajo. Foto: Metrotvnews.com/Husen.

Dari sisi akomodasi di Manggarai Barat, mayoritas hotel berskala besar—seperti Ayana, Crowne Plaza, Sudamala, Ta'aktana Marriott, dan Meruorah, dilaporkan dalam kondisi aman dengan kerusakan ringan. Pasokan listrik dan jaringan internet telah kembali normal. Namun, Hotel Jayakarta ditutup sementara akibat kerusakan struktural yang cukup berat. Seluruh tamunya telah dievakuasi dan ditangani oleh pihak manajemen hotel.

Kemenpar menyatakan akan terus mendata dan memverifikasi kerusakan akomodasi, daya tarik wisata, serta fasilitas pendukung di seluruh kabupaten terdampak. Koordinasi terus dijalin bersama Kementerian Perhubungan dan AirNav guna memulihkan operasional bandara melalui skema Get Airport Ready for Disaster (GARD).

Pemerintah mengimbau wisatawan yang merencanakan perjalanan ke wilayah Flores agar mengutamakan keselamatan, memantau informasi dari sumber resmi, dan menghubungi hotline BPOLBF sebelum keberangkatan, mengingat gempa susulan masih terus terjadi di sejumlah wilayah.

(Lukman Diah Sari)