Iran Sebut Batas Waktu 60 Hari Negosiasi dengan AS Tak Lagi Relevan

Bendera Amerika Serikat dan Iran. (Anadolu Agency)

Iran Sebut Batas Waktu 60 Hari Negosiasi dengan AS Tak Lagi Relevan

Muhammad Reyhansyah • 17 August 2026 18:13

Teheran: Iran menyatakan batas waktu 60 hari untuk melakukan negosiasi dengan Amerika Serikat (AS) tidak lagi relevan setelah Washington dinilai melanggar kesepahaman yang telah disepakati kedua negara pada 17 Juni.

Dalam konferensi pers mingguan, Senin, 17 Agustus 2026, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengatakan nota kesepahaman tersebut tidak menetapkan tenggat waktu 60 hari bagi Iran untuk mencapai kesepakatan dengan AS.

"Tidak ada ketentuan dalam nota kesepahaman yang mengacu pada 'batas waktu 60 hari', dan Republik Islam Iran tidak pernah merumuskan kebijakannya berdasarkan tekanan, ultimatum, atau batas waktu," kata Baghaei, dikutip dari kantor berita semi-resmi Tasnim via Anadolu.

Menurut Baghaei, kesepahaman tersebut hanya menetapkan periode 60 hari untuk melakukan negosiasi mengenai dua isu, yakni pencabutan sanksi dan persoalan nuklir. Periode tersebut bahkan dapat diperpanjang jika kedua pihak belum mencapai kesepakatan.

"Karena pelanggaran terang-terangan dan meluas terhadap nota kesepahaman oleh Amerika Serikat, tidak ada dialog yang dimulai hanya beberapa minggu setelah penandatanganannya," ujarnya.

"Akibatnya, pembahasan mengenai batas waktu 60 hari sepenuhnya kehilangan relevansinya," tambah Baghaei.

Baghaei juga mengatakan Iran masih melanjutkan pembicaraan dengan Oman mengenai jalur transit maritim di Selat Hormuz. 

Menurutnya, penyusunan peta rute pelayaran masih membutuhkan waktu akibat persoalan keamanan yang ditimbulkan oleh tindakan Amerika Serikat dan Israel serta banyaknya pihak yang terlibat di kawasan tersebut.

Baca juga:  Iran Tawarkan Hadiah Rp540 Juta untuk Warga yang Tangkap Tentara AS

(Willy Haryono)