Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Pakar Ingatkan Potensi Human Error

Ilustrasi Pexels

Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Pakar Ingatkan Potensi Human Error

Muhamad Marup • 28 April 2026 13:31

Jakarta: Insiden tabrakan kereta terjadi antara Kereta Rel Listrik (KRL) dan Kereta Jarak Jauh. Spekulasi terkait penyebab kecelakaan tersebut bermunculan mulai dari taksi yang menerobos palang pintu tak jauh dari lokasi kejadian hingga kesalahan sistem.

Rektor Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) sekaligus pakar transportasi publik, Tri Basuki Joewono, menilai, salah satu penyebab terjadinya kecelakaan tersebut adalah kesalahan manusia atau human error. Menurutnya, sebaik apapun sistem, manusia menjadi penentu sistem berjalan baik.

"Sebaik apapun sistem yang digunakan, dimana manusia masih berperan, maka peran dan kontribusi manusia dalam meningkatkan risiko kecelakaan adalah menentukan," ujar Tri, kepada Metrotvnews.com, Selasa, 28 April 2026.

Ia menegaskan, human error bukan hanya dari sisi operator pelaksana sistem transportasi, tapi juga masyarakat. Menurutnya, pengguna perlu berperilaku dengan bertanggungjawab saat berinteraksi dalam sistem transportasi.

"Peran, tanggungjawab, dan kesadaran setiap individu akan menentukan kualitas sistem transportasi. Transportasi melibatkan manusia, maka perhatian terhadap manusia menjadi hal utama," jelasnya.

Tri menyebut, kesadaran dan tanggungjawab tidak bisa dilepaskan dari pengetahuan yang dididik sejak usia dini. Dalam berlalu lintas, baik operator maupun pengguna harus berperilaku bertanggungjawab, tidak mementingkan diri sendiri, berpikir tentang dampak pada orang lain, adalah kewajiban setiap pribadi.

"Peraturan dan hukuman perlu ada dan harus ditegakkan, namun semua itu dipengaruhi oleh bagaimana seseorang berperilaku dan bertindak," katanya.


Ilustrasi Pexels

Terkait insiden tabrakan kereta di Bekasi Timur, Ia menekankan pentingnya investigas menyeluruh atas kejadian tersebut. Menuruntya, kronologi kejadian tidak cukup untuk perbaikan ke depannya.

"Walaupun kronologi telah disampaikan, namun detail masih perlu diinvestigasi. Sehingga setiap pihak dapat belajar untuk melakukan perbaikan ke depan sehingga kejadian kecelakaan tidak akan terjadi lagi," terangnya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Muhamad Marup)