Suasana penumpang internasional di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali. MI
Polres Bandara Ngurah Rai Perketat Pengamanan Pascapembatalan Sejumlah Penerbangan ke Timteng
Media Indonesia • 1 March 2026 17:49
Denpasar: Pascapembatalan lima penerbangan internasional tujuan Timur Tengah, polisi memperketat pengamanan di kawasan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), terutama yang melibatkan ratusan penumpang asing yang tertahan.
Kepala Seksi Humas Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai, Ipda I Gede Suka Artana, menjelaskan personelnya bersinergi dengan para pemangku kepentingan bandara untuk melakukan pengamanan dan pemantauan. Fokus utama berada di Terminal Keberangkatan Internasional yang menjadi titik konsentrasi penumpang terdampak.
"Personel Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai bersinergi dengan stakeholder terkait untuk melakukan pengamanan dan monitoring di Terminal Internasional serta memberikan imbauan kamtibmas kepada penumpang. Hingga saat ini situasi tetap aman dan kondusif," ungkap Ipda Gede Suka Artana, Minggu, 1 Maret 2026 dikutip Media Indonesia.
Kegiatan pengamanan dan pemantauan situasi ini telah dilaksanakan sejak Sabtu malam kemarin. Personel dikerahkan untuk memastikan pelayanan dan keamanan para penumpang yang gagal terbang akibat eskalasi konflik di Timur Tengah.
Menindaklanjuti pembatalan ini, para penumpang terdampak mendapatkan penanganan dari masing-masing maskapai. Untuk penumpang Etihad EY-477, Qatar QR-963, dan Emirates EK369 yang telah berada di bandara sejak Sabtu, langsung diarahkan ke sejumlah hotel.
Penumpang Emirates diarahkan ke Hotel Golden Tulip, Hotel Pullman, Hotel Ibis Kuta, dan Hotel Ibis Denpasar. Penumpang Etihad diarahkan ke Hotel Harris Sunset Road dan Platinum Hotel.
Penumpang Qatar Airways sebagian memilih menunggu di bandara, sementara lainnya mencari akomodasi secara mandiri. Pihak maskapai telah memberikan kompensasi berupa penggantian tiket.
Ipda Gede Suka Artana menambahkan, seluruh penumpang yang terdampak pembatalan diberikan opsi pengembalian dana (refund) atau penjadwalan ulang untuk penerbangan berikutnya. Hingga berita ini diturunkan, situasi keamanan dan ketertiban di kawasan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dilaporkan tetap aman dan kondusif.
(1).jpg)
Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali
"Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai menegaskan akan terus melaksanakan pengamanan dan monitoring guna mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas serta memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal," katanya.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, lima penerbangan yang batal beserta jumlah penumpangnya adalah sebagai berikut:
-
Etihad Airways (EY-477) rute Bali–Abu Dhabi, jadwal Sabtu pukul 18.45 Wita: 291 penumpang (287 dewasa dan 4 bayi).
-
Qatar Airways (QR-963) rute Bali–Doha, jadwal Sabtu pukul 18.50 Wita: 240 penumpang.
-
Emirates (EK-369) rute Denpasar–Dubai, jadwal Sabtu pukul 19.50 Wita: 509 penumpang (504 dewasa dan 5 bayi).
-
Emirates (EK-399) rute Denpasar–Dubai, jadwal Minggu dini hari pukul 00.25 Wita: 349 penumpang (346 dewasa dan 3 bayi).
-
Qatar Airways (QR-961) rute Denpasar–Doha, jadwal Minggu dini hari pukul 00.30 Wita: 229 penumpang.
Khusus untuk dua penerbangan terakhir, yakni Emirates EK399 dan Qatar Airways QR961, maskapai telah memberikan pemberitahuan lebih awal kepada para penumpang melalui surel (email).