Operasi SAR Longsor Cisarua, Dua Pesawat Modifikasi Cuaca Dikerahkan

Tim SAR gabungan saat melakukan proses pencarian terhadap korban bencana longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (29/1/2026). ANTARA/Rubby Jovan

Operasi SAR Longsor Cisarua, Dua Pesawat Modifikasi Cuaca Dikerahkan

Lukman Diah Sari • 29 January 2026 21:21

Bandung: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan dua pesawat dalam Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk membantu proses pencarian korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Kepala BNPB Suharyanto mengatakan dua pesawat yang ditempatkan di wilayah Bandung Barat dinilai cukup membantu proses pencarian, karena dapat mengurangi intensitas hujan di wilayah tersebut.

“Operasi modifikasi ini bukan menghentikan sama sekali, tapi mengurangi. Kita terus berusaha. Tadi rapat dengan BMKG, curah hujan diperkirakan sampai besok jam satu siang masih seperti ini,” kata Suharyanto di Bandung, Kamis, 29 Januari 2026, melansir Antara.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Barat menyiapkan suntik anti tetanus bagi relawan yang terlibat proses evakuasi korban longsor Cisarua, Bandung Barat. Metrotvnews.com/Roni Kurniawan

Ia menambahkan pemerintah pusat juga mulai menggeser sejumlah pesawat dari wilayah Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh, ke kawasan DKI Jakarta dan Pulau Jawa seiring meningkatnya intensitas hujan yang berpotensi memicu banjir dan longsor.

“Sekarang di sana tinggal empat, lima pesawat digeser ke sini. Satu untuk Jawa Tengah, dua di DKI, dan dua di Jawa Barat,” ungkap dia.

BNPB menargetkan seluruh korban dapat ditemukan dalam waktu tujuh hari pasca-kejadian. Namun demikian operasi pencarian dapat diperpanjang sesuai kesepakatan dengan keluarga korban.

“Target kita H+7 seluruh korban ditemukan. Tapi kalau sampai H+7 belum ditemukan, pencarian tetap dilanjutkan. Yang menghentikan pencarian itu bukan kami, tapi keluarga korban,” katanya.

Sementara itu Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Bandung Teguh Rahayu menyampaikan kondisi cuaca di sekitar lokasi longsor masih berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dalam beberapa hari ke depan.

“Prakiraan cuaca menunjukkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpotensi terjadi sampai besok pagi,” ungkap Teguh.

Ia mengimbau petugas serta warga di sekitar lokasi agar tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya bencana susulan. Teguh menjelaskan OMC telah dilakukan sejak 24 Januari dan direncanakan berlangsung hingga 29 Januari, meski pertumbuhan awan yang tinggi membuat upaya tersebut belum sepenuhnya efektif.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)