Update Longsor Pasirlangu, 50 Kantong Jenazah Diterima Pos DVI

Evakuasi jenazah korban longsor di Pasirlangu, Kabupaten Bandung Barat. Metrotvnews.com/Roni Kurniawan

Update Longsor Pasirlangu, 50 Kantong Jenazah Diterima Pos DVI

Roni Kurniawan • 28 January 2026 09:00

Bandung Barat: Jumlah korban meninggal dalam musibah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, kembali bertambah. Hingga Selasa malam, 27 Januari 2026 total kantong jenazah yang diterima di Pos Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat mencapai 50 kantong.

“Malam hari ini, untuk update terakhir ada kedatangan 10 kantong jenazah. Artinya jumlah total dari kemarin yang 40 kini menjadi 50 kantong jenazah,” ujar Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Hendra Rochmawan di Pos DVI Polda Jabar, Selasa malam, 27 Januari 2026.

Dari 50 kantong jenazah yang telah diperiksa, tim DVI berhasil meningkatkan jumlah korban teridentifikasi. “Alhamdulillah, jumlah kantong jenazah yang sudah dilakukan proses post mortem dan ante mortem mengalami penambahan, dari 30 menjadi 34 jenazah yang berhasil teridentifikasi,” jelas Hendra.
 


Sebanyak 30 jenazah di antaranya telah diserahkan kepada keluarga. Empat jenazah lainnya masih menunggu proses penyerahan, setelah keluarga korban dipastikan dan identitas telah dikonfirmasi.

“Untuk empat jenazah ini, apabila keluarga berada di sekitar sini, tentu akan segera kita serahkan. Namun sebelumnya ada tahapan yang harus dilakukan, mulai dari konfirmasi kepada keluarga korban, pembersihan kembali, pemandian jenazah, pengafanan, pemberian kesempatan untuk salat jenazah, hingga proses administrasi berupa penandatanganan berita acara penyerahan,” ungkap Hendra.

Proses identifikasi terhadap sisa kantong jenazah yang belum teridentifikasi masih terus dilakukan oleh tim gabungan. “Penegasan terakhir, jumlah kantong jenazah sampai malam ini adalah 50 kantong,” kata Hendra.


Lokasi longsor di Pasirlangu, Kabupaten Bandung Barat. Metrotvnews.com/Roni Kurniawan

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Whisnu M)