Banjir Kabupaten Subang, dok: Istimewa
BPBD Ungkap Penyebab Banjir Subang: Curah Hujan Tinggi hingga Sungai Meluap
Putri Purnama Sari • 1 February 2026 09:51
Jakarta: Banjir kembali melanda wilayah Pantura Kabupaten Subang, Jawa Barat. Salah satu wilayah yang terdampak cukup parah adalah Kecamatan Pamanukan, yang kini menjadi lokasi posko banjir utama.
Peristiwa ini dipicu oleh curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Subang dan sekitarnya selama beberapa hari terakhir.
Sekretaris Unsur Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Subang, Asep Sudrajat, menjelaskan banjir terjadi akibat kapasitas sungai yang tidak mampu menampung debit air dari hujan deras, ditambah kondisi sungai yang mengalami sedimentasi.
“Banjir disebabkan oleh curah hujan yang tinggi di Subang dan melebihi kapasitas tampung air di beberapa sungai yang bermuara ke laut serta melewati kecamatan-kecamatan di wilayah Pantura. Akibatnya, tanggul sungai meluap dan bocor, ditambah sedimentasi yang terjadi hampir di semua sungai,” ujar Asep Sudrajat kepada Metrotvnews.com, Minggu, 1 Februari 2026.
Banyak masyarakat menyebut, banjir yang melanda wilayah Pamanukan dan sekitarnya sebagai bagian dari siklus banjir lima tahunan, mengingat kejadian serupa juga pernah terjadi pada tahun 2021 dan 2016.
Meski demikian, Asep menegaskan fenomena banjir besar di Kabupaten Subang tersebut masih memerlukan kajian yang lebih mendalam. Namun secara umum, ia menyebutkan bahwa banjir hampir selalu diawali oleh tingginya intensitas curah hujan.
“Terkait siklus lima tahunan banjir besar di Kabupaten Subang, memang perlu kajian lebih lanjut. Yang jelas, banjir selalu diawali dengan curah hujan yang tinggi,” lanjutnya.
Upaya Penanganan Banjir oleh Pemerintah

Bupati Subang Reynaldy, dok: Istimewa
Sejak banjir terjadi pada 23 Januari 2025, Pemerintah Kabupaten Subang melalui BPBD, dinas terkait, serta instansi vertikal telah melakukan berbagai langkah penanganan darurat. Upaya tersebut meliputi evakuasi warga ke tempat pengungsian, pendirian posko banjir, serta penyediaan dapur umum dan dapur mandiri.
Menurut Asep, hingga 31 Januari 2025, Pemkab Subang telah mendirikan 3 dapur umum, dan sekitar 7 dapur mandiri yang tersebar di wilayah terdampak banjir untuk memenuhi kebutuhan logistik warga.
Sembilan Kecamatan Terdampak Banjir
Banjir di Kabupaten Subang tercatat berdampak pada sembilan kecamatan, mayoritas berada di wilayah Pantura. Berikut daftar kecamatan terdampak:- Ciasem
- Pamanukan
- Pusakanagara
- Pusakajaya
- Sukasari
- Legonkulon
- Blanakan
- Pagaden
- Compreng
Korban Terdampak Banjir Subang

BPBD Subang dan TNI AD membagikan bantuan makanan, dok: Istimewa
Berdasarkan catatan BPBD setempat, hingga Sabtu, 31 Januari 2026 malam, banjir di wilayah Subang telah merendam 7.497 rumah. Sebanyak 13.716 Kepala Keluarga (KK) atau 31.716 jiwa terdampak.
Banjir yang berlangsung sepekan juga dilaporkan merendam 27 sarana ibadah, 18 sekolah, dan 2.610 hektare areal persawahan, dan 334 hektare kolam. BPBD Subang mencatat sebanyak 272 KK atau 630 jiwa mengungsi.
Bupati Reynaldy menyampaikan keprihatinan atas bencana ini dan meminta warga bersabar. Pemkab Subang telah menugaskan aparat desa agar logistik disalurkan langsung ke masyarakat melalui Rukun Tetangga (RT).
Pihaknya berkomitmen penuh melakukan berbagai upaya penanggulangan banjir serta memastikan keselamatan dan kebutuhan dasar masyarakat terdampak terpenuhi.