Petugas SAR gabungan mengevakuasi jenazah pendaki yang dilaporkan hilang di Gubung Slamet di Purbalingga, Kamis. (ANTARA/HO-SAR Semarang)
Polisi Tak Temukan Tanda Kekerasan dan Penganiayaan di Jenazah Syafiq Ali
Whisnu Mardiansyah • 15 January 2026 21:54
Purbalingga: Polres Purbalingga mengungkap hasil pemeriksaan medis terhadap jenazah pendaki Gunung Slamet asal Kota Magelang yang ditemukan meninggal dunia. Hasil visum luar memastikan tidak ada tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Hasil pemeriksaan dokter menyebutkan korban diperkirakan meninggal sekitar 15 hari sebelum ditemukan dan tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan maupun kekerasan pada tubuh korban,” kata Wakapolres Purbalingga Kompol Agus Amjat Purnomo di Purbalingga, seperti dilansir Antara, Kamis, 15 Januari 2026.
Pendaki bernama Syafiq Ridhan Ali Razan, 18, ditemukan meninggal dunia pada Rabu, 14 Januari 2026, di jurang kedua lereng Pos 7 jalur pendakian Gunung Slamet via Gunung Malang, tepatnya di kawasan Watu Langgar, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga.
Jenazah korban dievakuasi tim SAR gabungan dan tiba di Basecamp Gunung Malang pada Kamis, 15 Januari 2026. Selanjutnya, jenazah dibawa ke RSUD dr R Goeteng Taroenadibrata Purbalingga untuk pemeriksaan oleh tim medis.
Pemeriksaan dilakukan dokter Gunawan dengan metode visum luar untuk memastikan kondisi jenazah serta penyebab kematian secara umum. “Dari hasil visum luar tidak ditemukan adanya tanda kekerasan. Setelah pemeriksaan selesai, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” kata Agus.
Polisi telah berkoordinasi dengan keluarga korban terkait tindak lanjut pemeriksaan. Keluarga menyatakan tidak menghendaki autopsi terhadap jenazah, yang diperkuat dengan surat pernyataan tertulis.

Petugas SAR gabungan mengevakuasi jenazah pendaki yang dilaporkan hilang di Gubung Slamet di Purbalingga, Kamis. (ANTARA/HO-SAR Semarang)
Terkait kronologi, korban dilaporkan hilang saat mendaki Gunung Slamet bersama satu rekannya melalui Basecamp Dipajaya, Kabupaten Pemalang, pada 27 Desember 2025. Operasi pencarian dilakukan tim SAR gabungan sejak 29 Desember 2025 hingga dihentikan pada 7 Januari 2026.
Meski operasi SAR resmi dihentikan, sejumlah sukarelawan tetap melakukan pencarian mandiri hingga korban berhasil ditemukan. “Kami menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya almarhum dan berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” kata Kompol Agus.