John Herdman Waspadai 'Mesin Karatan' saat Lawan Singapura

Suasana latihan Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026. Foto: Metro TV/Muhammad Adyatma Damardjati.

John Herdman Waspadai 'Mesin Karatan' saat Lawan Singapura

Muhammad Adyatma Damardjati • 24 September 2026 18:17

Jakarta: Pelatih Timnas Indonesia John Herdman mewaspadai kondisi timnya yang belum bermain bersama selama tiga bulan terakhir. Ia menyebut skuad Garuda berpotensi tampil canggung atau clunky di laga perdana FIFA ASEAN Cup 2026 melawan Singapura.

"Kami tidak bisa mengumpulkan tim setelah tiga bulan lalu langsung berharap mereka tampil seperti Rolls Royce. Akan ada saatnya terlihat sedikit canggung dan kami harus melewatinya," ujar Herdman, dalam konferensi pers pra-pertandingan di Jakarta, Rabu, 23 September 2026.

Herdman menjelaskan anak-anak asuhnya perlu waktu untuk kembali menyatu dengan kerangka taktis tim. Meski begitu, ia merasakan kekompakan di luar lapangan sudah terbangun dengan cepat.

"Saya bisa merasakan di balik layar, di luar lapangan, ini kelompok yang erat. Mereka berkumpul dengan cepat, Anda mendengar energi dan tawa mereka. Tapi sekarang saatnya membersihkan karat," jelasnya.

Herdman menegaskan tim Garuda harus tetap fokus pada tugas. Ia menyebut laga ini sebagai ujian mengelola frustrasi di awal pertandingan.

"Bagi saya ini soal mengelola frustrasi, memastikan mereka tetap fokus pada tugas, yaitu menemukan satu frekuensi, menampilkan identitas kandang, dan performa yang bisa dibanggakan suporter," tegasnya.

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman dan kapten Timnas Indonesia, Kevin Diks, dalam konferensi pers FIFA ASEAN Cup 2026. Foto: Metro TV/Muhammad Adyatma Damardjati.

Sementara itu, Kapten Timnas Indonesia Kevin Diks menekankan pentingnya mentalitas dalam laga perdana. Ia meminta seluruh pemain tetap fokus pada bola berikutnya setiap kali melakukan kesalahan.

"Anda harus siap mental seribu persen. Itu yang saya harapkan dari seluruh tim dan dari diri saya sendiri. Salah umpan, pikirkan bola berikutnya. Kalah duel, tidak masalah, bola berikutnya," ujar Diks. Diks menilai aspek mental menjadi bagian terbesar dalam sepak bola. Menurutnya, kekuatan mental dapat membawa pasukan Garuda mencapai level yang belum pernah mereka raih.

"Bagian besar dari sepak bola adalah mental. Jika Anda kuat secara mental, Anda bisa mencapai level yang belum pernah Anda lihat sebelumnya," ujarnya.

(Muhamad Marup)