Presiden AS Donald Trump saat berbicara di Sidang Majelis Umum PBB sesi ke-81 di New York, 22 September 2026. (Anadolu Agency)
Trump Umumkan Rencana Membangun Dua Pangkalan Militer Besar di Greenland
Willy Haryono • 23 September 2026 08:15
New York: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan Washington akan membangun dua pangkalan militer besar di Greenland berdasarkan kesepakatan baru dengan Denmark.
Dalam pidatonya di Sidang Majelis Umum PBB sesi ke-81 di New York, Selasa, 22 September 2026, Trump mengatakan kesepakatan tersebut memberikan AS “kendali permanen” atas keamanan wilayah Arktik tersebut.
“Kami akan segera memulai proses pengembangan kehadiran militer besar di lokasi yang sesuai. Kami akan membangun dua pangkalan militer yang sangat besar,” kata Trump, seperti dilansir dari Anadolu Agency.
Trump mengatakan kesepakatan yang dicapai dengan Kerajaan Denmark dan Greenland tersebut memberikan AS “kendali permanen atas keamanan dan seluruh kebutuhan lainnya” di wilayah tersebut.
Menurut Trump, pengaturan tersebut memberikan Washington “kemampuan penuh untuk melakukan apa yang diperlukan untuk mempertahankan benua Amerika, serta Eropa dan tempat-tempat lainnya.”
“Tidak ada musuh AS yang akan diizinkan lagi untuk membangun kehadiran militer di Greenland, atau melakukan investasi sensitif di sana tanpa persetujuan tertulis dari kami,” ujarnya.
Trump mengatakan kesepakatan tersebut akan ditandatangani pada Selasa di sela-sela Sidang Umum PBB di New York. Dia juga memuji Denmark dan Greenland, dengan mengatakan ketiga pihak telah “benar-benar membentuk ikatan” selama proses negosiasi.
Greenland merupakan wilayah yang memiliki pemerintahan sendiri dalam Kerajaan Denmark. Wilayah tersebut menarik perhatian AS karena lokasi strategis dan sumber daya mineralnya yang besar.
Kesepakatan tersebut dicapai setelah Trump berulang kali menyatakan keinginannya untuk mengambil alih Greenland dengan alasan strategis dan historis.
Trump juga menyoroti kepentingan dan meningkatnya kehadiran China serta Rusia di kawasan tersebut.
Baca juga: Trump Sebut Kesepakatan dengan Iran Bisa Tercapai setelah Pemilu Sela AS