Jasaraharja Putera Kuasai 33,92 Persen Pasar Suretyship Nasional

Wisma Raharja. (Dok: Jasa Raharja)

Jasaraharja Putera Kuasai 33,92 Persen Pasar Suretyship Nasional

Lukman Diah Sari • 8 February 2026 12:41

Jakarta: PT Jasaraharja Putera terus mengukuhkan posisinya sebagai pemimpin pasar layanan suretyship di Indonesia. Sepanjang 2025, segmen ini menyumbang 38,38 persen dari total portofolio premi perusahaan. Angka tersebut menegaskan tingginya kepercayaan pasar terhadap produk penjaminan proyek yang ditawarkan.

Direktur Utama PT Jasaraharja Putera Abdul Haris mengatakan, kepemimpinan perusahaan di segmen suretyship merupakan hasil dari strategi jangka panjang yang dijalankan secara konsisten.

“Pangsa pasar yang besar dan posisi teratas di industri merupakan cerminan kepercayaan mitra dan pemangku kepentingan. Kami menjaga kualitas layanan serta ketepatan analisis risiko agar setiap produk suretyship memberikan kepastian dan nilai tambah bagi proyek,” ujar Abdul dalam keterangan resmi, Minggu, 8 Februari 2026.

Suretyship dinilai menjadi instrumen penting dalam mendukung proyek strategis nasional, karena memberikan kepastian pemenuhan kewajiban kontraktual sekaligus mitigasi risiko bagi pemilik proyek maupun kontraktor. Keberadaan penjaminan ini juga dinilai mampu memperkuat tata kelola proyek yang transparan dan akuntabel.

Di tingkat industri, Jasaraharja Putera mencatat pangsa pasar tertinggi pada segmen suretyship dengan market share 33,92 persen dan menempati peringkat pertama secara nasional. Capaian ini diraih di tengah persaingan industri asuransi umum yang semakin kompetitif.

Selain pangsa pasar, kinerja perusahaan juga tercermin dari kualitas pengelolaan risiko. Pada periode yang sama, loss ratio suretyship tercatat sebesar 5,50 persen, menunjukkan efektivitas strategi underwriting dan manajemen klaim yang dijalankan perusahaan.

Ke depan, Jasaraharja Putera berkomitmen memperluas penetrasi pasar, mengembangkan produk yang adaptif terhadap kebutuhan sektor strategis, serta memperkuat sinergi dengan kementerian, lembaga, BUMN, dan pelaku usaha nasional. Langkah ini diharapkan mendukung iklim usaha yang sehat dan percepatan pembangunan nasional berkelanjutan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)