Sebuah kapal pengangkut migran Rohingya terlihat di area pesisir. (Anadolu Agency)
Kapal Pengangkut 250 Migran Rohingya dan Bangladesh Tenggelam di Laut Andaman
Willy Haryono • 15 April 2026 11:55
Teknaf: Sebuah kapal yang mengangkut lebih dari 250 migran Rohingya dan Bangladesh dilaporkan tenggelam di Laut Andaman setelah bertolak dari pesisir Cox’s Bazar menuju Malaysia.
Insiden ini terungkap setelah sebuah kapal asal Bangladesh menyelamatkan sembilan orang di Samudra Hindia pada 9 April, yang kemudian diserahkan kepada pihak kepolisian setempat.
Kapolsek Teknaf, Saiful Islam, mengatakan bahwa dari sembilan orang yang selamat, enam di antaranya diduga merupakan pelaku perdagangan manusia dan telah ditahan.
Pihak kepolisian Teknaf juga telah mendaftarkan kasus hukum terkait pengangkutan ilegal tersebut, yang diduga berakhir tragis akibat cuaca buruk di laut.
UNHCR Soroti Dampak Krisis Berkepanjangan
Penjaga Pantai Bangladesh mengonfirmasi bahwa kapal berbendera Bangladesh menemukan para penyintas di dekat Kepulauan Andaman.Dalam pernyataan bersama, badan pengungsi PBB (UNHCR) dan Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) di Bangladesh menyebut insiden ini sebagai cerminan dari konsekuensi mengerikan akibat pemindahan paksa yang berkepanjangan.
“Kami mendesak komunitas internasional untuk meningkatkan solidaritas dan mempertahankan pendanaan guna mendukung bantuan penyelamatan jiwa,” ujar kedua lembaga tersebut, seperti dikutip TRT World, Rabu, 15 April 2026.
Saat ini, Bangladesh menampung sekitar 1,3 juta pengungsi Rohingya yang sebagian besar melarikan diri dari operasi militer Myanmar pada Agustus 2017. Hingga kini, belum ada proses repatriasi resmi yang berjalan, menyusul penolakan dari junta militer Myanmar.
Kondisi tersebut memicu frustrasi di kalangan pengungsi, yang kemudian mendorong sebagian dari mereka menempuh perjalanan laut berbahaya demi mencari kehidupan yang lebih aman. (Kelvin Yurcel)
Baca juga: Korban Tewas Kapal Rohingya Tenggelam di Malaysia Bertambah Jadi 21 Orang