Peserta calon manajer KDKMP mengikuti pembukaan pelatihan manajerial. Foto: ANTARA/HO-Kemenkop.
Kemenkop Bekali Manajer KDKMP dengan Strategi Bisnis Desa
Husen Miftahudin • 25 July 2026 11:44
Jakarta: Kementerian Koperasi (Kemenkop) meminta para manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) memahami potensi desa dan kebutuhan masyarakat sebagai dasar menyusun strategi bisnis koperasi. Langkah tersebut dinilai penting agar koperasi mampu memberikan manfaat nyata bagi warga dan mendorong pertumbuhan ekonomi desa.
Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kemenkop Destry Anna Sari mengatakan keberhasilan KDKMP tidak hanya ditentukan oleh besarnya modal, tetapi juga kemampuan manajer dalam membaca potensi daerah, menyusun strategi, dan mengambil keputusan yang tepat.
"Networking ini mahal, karena Anda akan jadi single fighter di KDKMP tempat Anda ditempatkan. Kenali koperasi itu membutuhkan apa," kata Destry saat membuka pelatihan manajer KDKMP di Satuan Pendidikan (Satdik) 2 Kodiklatal Makassar, Sulawesi Selatan, dikutip dari Antara, Sabtu, 25 Juli 2026.
Destry meminta setiap manajer aktif berkomunikasi dengan kepala desa dan masyarakat untuk memahami kondisi wilayah serta mengidentifikasi kebutuhan yang dapat dijawab melalui usaha koperasi.
Menurut dia, koperasi merupakan perusahaan berbasis komunitas sehingga model bisnis yang dijalankan harus berangkat dari kebutuhan masyarakat. Karena itu, para manajer tidak cukup hanya memahami konsep bisnis koperasi, tetapi juga harus mampu mengimplementasikannya agar memberikan manfaat bagi warga desa.
Kolaborasi jadi kunci pengembangan koperasi
Pelatihan di Makassar diikuti 189 calon manajer KDKMP dan menjadi bagian dari 451 kelas pelatihan yang diselenggarakan secara serentak di berbagai daerah dengan kurikulum yang sama.
Dalam kegiatan tersebut, Pendiri The Local Enablers Dwi Purnomo yang menjadi fasilitator pelatihan menekankan pentingnya kepemimpinan dan kemampuan membangun jejaring bagi para manajer koperasi.
Menurut Dwi, manajer KDKMP perlu membangun kolaborasi dengan sesama pengelola koperasi, masyarakat, serta berbagai pihak di luar desa untuk memperkuat ekosistem usaha koperasi.
"Manajer harus berpikir memberikan solusi bagi masyarakat, tidak hanya berpikir menghasilkan produk. Produk itu sebagus apa pun, kalau tidak memberikan solusi, tidak akan menjadi value," kata Dwi.
Ia menilai keberadaan KDKMP di seluruh Indonesia membawa harapan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Karena itu, setiap manajer dituntut mengelola koperasi secara profesional dan berorientasi pada kebutuhan warga.

(Ilustrasi, Kopdes/Kel Merah Putih. Foto: dok Istimewa)
Hampir 30 ribu calon manajer ikuti pelatihan dan sertifikasi
Sebanyak 29.830 calon manajer KDKMP saat ini mengikuti pelatihan manajerial dan sertifikasi kompetensi sebagai persiapan sebelum ditempatkan di koperasi-koperasi di berbagai daerah.
Pelatihan berlangsung pada 17-29 Juli 2026, dengan penutupan dijadwalkan pada 31 Juli 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan di 15 komando latihan, 61 satuan pendidikan, dan 451 kelas di seluruh Indonesia.
Kurikulum pelatihan mencakup 90 jam pelajaran yang terdiri atas 12 modul, 42 materi, dan 10 unit kompetensi dengan fokus pada penguasaan manajemen koperasi serta pengelolaan keuangan.
Seluruh peserta juga akan mengikuti sertifikasi kompetensi manajer KDKMP yang telah diakreditasi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).