Statistik Ronaldo Melawan Kolombia: Cuma Satu Tembakan ke Gawang dalam 90 Menit

Cristiano Ronaldo dan timnas Portugal merayakan gol dalam laga melawan Uzbekistan Piala Dunia 2026. (Instagram/@cristiano)

Statistik Ronaldo Melawan Kolombia: Cuma Satu Tembakan ke Gawang dalam 90 Menit

Riza Aslam Khaeron • 28 June 2026 13:10

Jakarta: Fans CR7 sempat diliputi euforia setelah Cristiano Ronaldo sukses mencetak dua gol (brace) ke gawang Uzbekistan. Momentum kebangkitan ini dirayakan setelah badai kritik menerpa dirinya akibat performa mengecewakan saat Portugal ditahan imbang 1-1 oleh Republik Demokratik Kongo pada laga pembuka Grup K Piala Dunia 2026.

“Saya telah kembali!” teriak Ronaldo di depan kamera usai membawa Portugal melibas juru kunci Grup K, Uzbekistan, dengan skor telak 5-0.

Namun, sang megabintang kini kembali menjadi sorotan. Pada laga penutup Grup K, Portugal hanya mampu bermain imbang 0-0 melawan pemuncak klasemen Kolombia pada hari Minggu, 28 Juni 2026. Hasil ini sekaligus membuat Selecao das Quinas gagal mengamankan posisi sebagai juara grup.

Dalam pertandingan yang berlangsung di Hard Rock Stadium (Miami Stadium), Miami Gardens, Florida, Ronaldo tampil penuh selama 90 menit. Sayangnya, ia gagal memberikan kontribusi nyata, baik berupa gol maupun assist.
 

Satu Tembakan ke Gawang dalam 90 Menit

Berikut adalah statistik Cristiano Ronaldo saat menghadapi Kolombia:
  • Menit bermain: 90
  • Total tembakan ke gawang: 1
  • Gol: 0
  • Assist: 0
  • Kartu kuning: 0
  • Kartu merah: 0
Penampilan Ronaldo dalam laga ini terbilang jauh di bawah ekspektasi. Pemain berusia 41 tahun tersebut tampil cukup senyap di tengah atmosfer stadion yang didominasi oleh suporter Kolombia.

Sepanjang laga, Ronaldo hanya mencatatkan satu-satunya tembakan pada babak pertama, yaitu melalui eksekusi tendangan bebas tepat sasaran yang masih bisa diamankan dengan baik oleh kiper Kolombia, Camilo Vargas. Setelah half-time, pergerakan Ronaldo kian terkunci dan ia tidak lagi mampu melepaskan satu pun tembakan.

Keputusan untuk tetap memainkan Ronaldo selama 90 menit penuh pun menuai kritik.

Beberapa pihak menilai pelatih seharusnya mengistirahatkan sang megabintang, mencontoh langkah tim besar lain seperti Argentina yang mengistirahatkan Lionel Messi, atau Norwegia yang memarkir Erling Haaland demi menjaga kebugaran pemain kunci mereka di laga terakhir fase grup.


Cristiano Ronaldo dalam laga melawan Kolombia, Piala Dunia 2026. (Instagram/@cristiano)

Meski begitu, pelatih Portugal Roberto Martinez tetap pasang badan dan membela keputusannya.

“Tidak ada masalah fisik atau mental baginya untuk bermain 90 menit, mungkin di pertandingan berikutnya kita perlu melakukan perubahan, tetapi tidak di pertandingan ini” ujar Martinez seperti dikutip dari Miami Herald.

Dengan hasil ini, Ronaldo menutup fase grup Piala Dunia 2026 dengan koleksi dua gol. Ia absen mencetak gol saat Portugal ditahan imbang 1-1 oleh Kongo, memborong dua gol saat melibas Uzbekistan, dan kembali mandul ketika diredam barisan pertahanan Kolombia.

Catatan ini tentu berbanding terbalik dengan rival abadinya, Lionel Messi. Kapten timnas Argentina tersebut tampil sangat produktif dengan membukukan total 6 gol dari 3 pertandingan di fase grup, termasuk catatan hattrick melawan Aljazair, brace melawan Austria, dan 1 gol ke gawang Yordania meski ia tidak turun sebagai starter pada laga tersebut.
 
Baca Juga:
Kalahkan Panama, Harry Kane Jadi Pencetak Gol Terbanyak Inggris di Piala Dunia
 

Fokus Melawan Kroasia

Hasil imbang tanpa gol ini membuat Kolombia finis sebagai juara Grup K, sedangkan Portugal harus puas melaju ke fase berikutnya sebagai runner-up. Pada babak 32 besar nanti, Portugal sudah ditunggu oleh lawan tangguh, Kroasia.

Kiper utama Portugal, Diogo Costa, menegaskan bahwa timnya kini langsung mengalihkan fokus penuh ke fase gugur.

“Mungkin perhatian publik akan sedikit lebih besar sekarang karena ini adalah laga hidup-mati (knockout match), tetapi kami tidak terlalu mengkhawatirkan hal itu. Sekarang fokus penuh kami adalah Kroasia. Kami akan selalu menghadapi setiap tim nasional dengan cara yang sama, yaitu dengan rasa hormat setinggi-tingginya,” ucap Diego, mengutip Miami Herald.

(Husen Miftahudin)