Suasana perayaan Seollal atau Tahun Baru Korea yang digelar Raffles Christian School Kampus Pondok Indah, Jakarta Selatan. Dokumentasi/ istimewa
Mengenal Tradisi Dunia dari Perayaan Budaya Lintas Negara
Deny Irwanto • 11 February 2026 19:29
Jakarta: Nuansa budaya dan kebersamaan terasa kental dalam perayaan Seollal atau Tahun Baru Korea yang digelar Raffles Christian School Kampus Pondok Indah, Jakarta Selatan. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran budaya di lingkungan sekolah sekaligus menghadirkan pengalaman lintas tradisi bagi siswa dan keluarga.
"Melalui perayaan Seollal ini, kami ingin memberikan ruang bagi siswa dan komunitas untuk belajar langsung dari budaya yang hidup di sekitar mereka. Apresiasi terhadap keberagaman merupakan bagian penting dari pendidikan karakter dan pembentukan warga dunia," kata Dean Raffles Christian School, Jun Batilles, di Jakarta, Rabu, 11 Februari 2026.
Kegiatan ini menjadi perayaan Seollal pertama yang diselenggarakan sekolah dalam dua dekade, sekaligus memperkuat pendekatan pendidikan berbasis keberagaman budaya.

Suasana perayaan Seollal atau Tahun Baru Korea yang digelar Raffles Christian School Kampus Pondok Indah, Jakarta Selatan. Dokumentasi/ istimewa
Dengan komposisi siswa dari 14 negara, termasuk komunitas keluarga Korea Selatan dan Jepang, perayaan budaya dihadirkan sebagai sarana pembelajaran kontekstual di luar ruang kelas. Sekolah memadukan unsur edukasi, interaksi sosial, dan pengenalan tradisi melalui kegiatan yang dapat diikuti seluruh anggota keluarga.
Rangkaian acara menampilkan pertunjukan Samulnori, musik perkusi tradisional Korea, serta berbagai permainan rakyat seperti Mugunghwa Flower Has Bloomed, Biseokchigi, dan Sabangchigi.
Siswa juga terlibat dalam aktivitas kreatif seperti membuat mini Taegukgi, mewarnai topeng Korea, dan merancang layang-layang, yang dirancang untuk memperkenalkan simbol dan nilai budaya secara praktis.

Suasana perayaan Seollal atau Tahun Baru Korea yang digelar Raffles Christian School Kampus Pondok Indah, Jakarta Selatan. Dokumentasi/ istimewa
Area kegiatan indoor dan outdoor dimanfaatkan untuk membangun suasana belajar yang interaktif. Kehadiran stan makanan khas Korea hasil kolaborasi dengan vendor dan mitra komunitas turut memperkaya pengalaman budaya peserta.
"Dengan latar belakang komunitas yang beragam, khususnya keluarga Korea dan Jepang, acara ini menjadi jembatan untuk membangun pemahaman lintas budaya yang lebih kuat dan inklusif," kata Marketing and Business Development Raffles Christian School, Manivasugen.
Pihak sekolah menilai kegiatan budaya semacam ini dapat menjadi metode efektif dalam menanamkan nilai toleransi, empati, dan wawasan global sejak dini. Ke depan, agenda serupa direncanakan terus dikembangkan sebagai bagian dari program pembelajaran berbasis budaya dan karakter.