Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul). Foto- Metrotvnews.com/Fachri
100 Ribu Pasien Kronis di PBI Jaminan Kesehatan akan Direaktivasi Otomatis
Ficky Ramadhan • 9 February 2026 19:37
Jakarta: Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul membuka peluang reaktivasi otomatis bagi peserta BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) nonaktif yang menderita penyakit kronis dan katastropik. Kebijakan ini ditujukan agar pelayanan kesehatan bagi pasien dengan kondisi serius tetap berlanjut tanpa hambatan.
Dia menjelaskan sasaran reaktivasi otomatis mencakup peserta PBI nonaktif yang mengidap penyakit berat, seperti jantung, kanker, stroke, dan gagal ginjal.
"Selain reaktivasi reguler, Kemensos membuka opsi untuk reaktivasi otomatis kepada 100.000 PBI non-aktif yang menderita sakit kronis dan katastropik,” kata Gus Ipul dalam rapat bersama Pimpinan DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 9 Februari 2026.
Gus Ipul engusulkan perluasan lokasi pengajuan reaktivasi dengan melibatkan pemerintah desa atau kelurahan guna memudahkan akses masyarakat. Selama ini, kata dia, proses reaktivasi hanya dilakukan melalui dinas sosial, sehingga terlalu jauh bagi sebagian warga.
"Upaya-upaya perbaikan dan percepatan, satu, menambahkan desa atau kelurahan sebagai tempat reaktivasi. Selama ini kita reaktivasinya itu hanya berada di Dinsos, ada protes terlalu jauh dan lain sebagainya," ujar dia.
Baca Juga:
13,5 Juta Peserta BPJS PBI Dinonaktifkan, Gus Ipul: Sebagian Jadi Peserta Mandiri |
Kemensos bersama BPJS Kesehatan dan Kementerian Kesehatan juga akan memperkuat kolaborasi untuk mempercepat proses reaktivasi. Gus Ipul menyebut reaktivasi otomatis ditujukan kepada lebih dari seratus ribu penderita penyakit kronis yang sebelumnya dinonaktifkan.
Kemensos juga terus mendorong pemerintah daerah aktif dalam melakukan pemutakhiran Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), termasuk pengusulan maupun reaktivasi bantuan sosial.
"Kemudian yang terakhir, Kemensos terus mendorong pemda untuk aktif dalam pemutakhiran DTKS, pengusulan maupun reaktivasi bansos," tutur Gus Ipul.