PTPN I Latih Petani Kelapa Kalianda Produksi Gula Semut. Foto: dok PTPN.
PTPN I Latih Petani Kelapa Kalianda Produksi Gula Semut
Ade Hapsari Lestarini • 13 February 2026 08:39
Kalianda: Sebanyak 25 petani kelapa Desa Bulok, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan mengikuti pelatihan pembuatan gula semut yang difasilitasi PTPN I melalui Regional 7, Rabu 11 Februari 2026.
Menggandeng PT Kulaku Indonesia Sejahtera, perusahaan pemberdayaan masyarakat yang fokus kepada produk berbasis kepada komoditas kelapa, para peserta mendapatkan praktek pembuatan gula berbahan nira kelapa dan wawasan tentang industri hilir kelapa yang lebih luas.
Prakarsa PTPN I dalam pelatihan ini bukann sekadar aspek teknis membuat gula semut. Para petani juga diberi wawasan tentang bisnis dan industri kelapa yang tidak hanya menjadi gula. Ada puluhan produk bernilai tambah tinggi dari bahan baku yang melimpah di kawasan pesisir Lampung Selatan itu.
"Kami menggandeng ahlinya (Kulaku) untuk memberi nilai tambah kepada petani kelapa yang melimpah di wilayah pesisir Lampung Selatan ini, terutama di Desa Bulok. Sebab, selama ini mereka hanya memproduksi gula merah saja. Maka, kami ingin mereka lebih sejahtera dengan aneka produk turunan dari gula," kata Region Head PTPN I Regional 7, Tuhu Bangun, dalam keterangan tertulis, Jumat, 13 Februari 2026.
Ia menyatakan, masyarakat di sekitar wilayah kerja adalah pagar terkuat bagi perusahaan. Lebih dari itu, kesejahteraan masyarakat adalah misi utama dalam pembangunan yang digencarkan oleh Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
"Kawasan Pesisir Kalianda adalah produsen kelapa yang sangat besar, tetapi kurang wawasan hilirisasi. Dalam konteks program hilirisasi yang dicanangkan Presiden, kami memberi nilai tambah kepada petani untuk ekonomi berkelanjutan. Kami tidak hanya memberikan teori, tetapi juga menyerahkan bantuan peralatan agar fondasi usaha mandiri ini benar-benar terbangun kuat," kata Tuhu Bangun.
Selama ini, potensi melimpah warisan turun termurun ini relatif tanpa sentuhan inovasi produk. Hal itu membuat ekonomi petani setempat relatif stagnan. Dengan pelatihan gula semut dan wawasan prospek produk lain seperti VCO, santan instan, tepung kelapa, dan produk turunan lainnya, diharapkan masyarakat semakin sejahtera dan bernilai tambah.


Petani jadi pemain utama rantai pasok industri
Direktur Utama PTPN I Teddy Yunriman Danas menambahkan, keberadaan perusahaan negara harus menjadi mesin penggerak bagi perwujudan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Menurut dia, fokus pada swasembada pangan dan pengentasan kemiskinan harus dimulai dari penguatan kapasitas produksi di tingkat desa.
"PTPN I bergerak selaras dengan arah kebijakan nasional untuk mempercepat hilirisasi berbasis potensi lokal. Melalui produksi gula semut ini, kami ingin memastikan petani tidak lagi sekadar menjadi penonton dalam rantai pasok industri, melainkan aktor utama yang memegang nilai tambah. Ini adalah langkah konkret kita dalam memerangi kemiskinan dan membangun kedaulatan ekonomi dari akar rumput," tegas Teddy.
CEO Kulaku Mustofa yang turut mendampingi para petani mengatakan, inovasi adalah kunci untuk meningkatkan pendapatan. Selama ini, kelapa sering kali hanya dijual dalam bentuk mentah. Padahal, potensi gula semut sangat luar biasa dan permintaannya terus meningkat.
"Dengan dukungan PTPN I, kami memperkenalkan cara budi daya dan pengolahan nira yang lebih intensif dan higienis," jelas dia.
Harapan baru ini disambut antusias oleh Suprayitno, Ketua UMKM Nila Sari Desa Bulok. Baginya, program CSR PTPN I ini menjadi jawaban atas keresahan warga yang selama ini merasa potensi kebun kelapa mereka belum tergarap optimal.
"Hampir setiap warga desa memiliki pohon kelapa di pekarangan, tetapi hasilnya sekadarnya saja. Dengan ilmu dan alat yang diberikan PTPN I, kami sangat optimistis. Ini adalah peluang bagi kami untuk memperbaiki penghasilan dan membawa Desa Bulok menjadi pusat kerajinan gula semut yang mandiri," kata Suprayitno.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com