Prabowo Tegaskan Indonesia Siap Dukung Upaya Perdamaian di Tengah Konflik Global

Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Eastern Economy Forum (EEF). Foto: Viory

Prabowo Tegaskan Indonesia Siap Dukung Upaya Perdamaian di Tengah Konflik Global

Muhammad Reyhansyah • 3 September 2026 19:41

Vladivostok: Presiden Prabowo Subianto menegaskan kesiapan Indonesia untuk mendukung setiap upaya menuju perdamaian yang adil dan berkelanjutan di tengah berbagai konflik yang masih berlangsung di dunia.

Hal itu disampaikan Prabowo saat memberikan pidato pembukaan Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia, Kamis, 3 September 2026.

Prabowo mengatakan, Indonesia memandang perdamaian sebagai bagian penting dari upaya menghadapi dunia yang semakin terfragmentasi. Ia menyebut situasi global saat ini ditandai oleh meningkatnya ketegangan serta terpecahnya hubungan ekonomi dan perdagangan.

"Indonesia siap mendukung setiap upaya tulus menuju perdamaian yang adil dan berkelanjutan di mana pun konflik masih berlangsung," ujar Prabowo, dikutip dari siaran langsung yang diunggah Viory.

Sebelum menyampaikan komitmen tersebut, Prabowo menggambarkan kondisi dunia saat ini sebagai masa dengan fragmentasi yang mendalam. Menurut dia, perdagangan semakin sering digunakan sebagai senjata, sementara rantai pasok dan sistem keuangan turut terpecah berdasarkan kepentingan geografis.

Di tengah kondisi tersebut, Prabowo menegaskan Indonesia tidak ingin bergabung dengan aliansi militer. Sebaliknya, Indonesia ingin memperkuat kerja sama ekonomi dengan berbagai negara.

"Indonesia tidak ingin bergabung dengan aliansi militer, tetapi kami ingin bergabung dalam aliansi ekonomi," kata Prabowo.

Menurut Prabowo, pendekatan Indonesia bukan ditujukan untuk membentuk kemitraan yang berhadapan dengan pihak tertentu, melainkan memperluas kerja sama untuk menciptakan kemakmuran bersama.

"Bagi kami, seribu teman masih terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak," ujarnya.

Membangun Jembatan di Tengah Fragmentasi

Di hadapan Presiden Vladimir Putin, Prabowo kemudian mengaitkan upaya menjaga hubungan antarnegara dengan pembangunan kerja sama ekonomi dan konektivitas.

Dalam pidatonya, dia mendorong penguatan berbagai bentuk kerja sama, mulai dari perdagangan, konektivitas transportasi, sistem pembayaran, hingga investasi. Menurut Prabowo, berbagai kerja sama tersebut dapat menjadi sarana untuk menjaga hubungan antarnegara tetap terbuka ketika dunia menghadapi fragmentasi.

Prabowo juga menegaskan bahwa perdamaian tidak dapat dipisahkan dari pembangunan. 

Ia mengatakan kelaparan, pengangguran, ketidakadilan, dan penghinaan merupakan bahan yang dapat memicu konflik. Karena itu, pembangunan yang memberikan manfaat bagi masyarakat menjadi bagian dari upaya menjaga perdamaian agar bertahan.

Menurut Prabowo, pendekatan tersebut sejalan dengan semangat kerja sama yang dibawa Indonesia dalam forum tersebut.

"Di saat sebagian pihak sedang membangun tembok, kami membangun jembatan," kata Prabowo.

Ia menegaskan Indonesia akan terus mendorong kerja sama yang dapat memperkuat hubungan antarmasyarakat dan antarnegara, sekaligus mendukung terciptanya perdamaian yang adil dan berkelanjutan.

(Fajar Nugraha)