BNPB: Kebakaran 71 Ribu Hektare Lahan Gambut di 6 Provinsi Padam

Ilustrasi: Petugas BPBD Kabupaten Banjar berupaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lahan gambut, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Rabu (2/9/2026). ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/nz

BNPB: Kebakaran 71 Ribu Hektare Lahan Gambut di 6 Provinsi Padam

Lukman Diah Sari • 7 September 2026 15:16

Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat kebakaran lahan gambut di enam provinsi rawan telah melanda total area seluas 72.008 hektare. Dari luasan tersebut, tim gabungan di lapangan berhasil memadamkan api di area seluas 71.274,29 hektare.

"Untuk provinsi yang memiliki lahan gambut yakni Kalimantan Barat, Riau, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sumatra Selatan, dan Jambi itu yang terbakar 72.008 hektare. Kemudian yang berhasil dipadamkan 71.274,29 hektare," urai Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, dalam konferensi pers di Jakarta, Senin, 7 September 2026.

Berdasarkan data tersebut, saat ini masih tersisa sekitar 734,81 hektare lahan gambut yang berstatus aktif terbakar dan terus dalam penanganan intensif. Suharyanto mengingatkan bahwa luasan area terbakar ini masih sangat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu lantaran karakteristik lahan gambut yang menyimpan bara di bawah permukaan tanah, sehingga memungkinkan api kembali menyala meski titik di atasnya sudah dipadamkan.

"Karena sifatnya lahan gambut, nanti ketahuannya setelah sebagian dipadamkan, kemudian dilakukan lagi patroli berdasarkan hasil pantauan satelit pemerintah, Kementerian Kehutanan, dan BNPB," ujar Suharyanto.

Guna mencegah meluasnya titik api, tim satgas gabungan terus melakukan pemantauan ketat melalui patroli udara dan darat dengan berpatokan pada data satelit.

Kebakaran hutan dan lahan. Foto: Istimewa

Selain lahan gambut, BNPB turut mencatat dan menangani insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah non-gambut dengan luasan yang bervariasi. Berikut adalah rinciannya:
  • Kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur: 4.458 hektare.

  • Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat: 223,5 hektare (berhasil dipadamkan).

  • Kawasan Gunung Butak, Jawa Timur: 16,5 hektare.

  • Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, Solo: 4,6 hektare (masih dalam penanganan).

  • Kawasan Gunung Ijen, Jawa Timur: 2,5 hektare.

Suharyanto menjelaskan bahwa operasi penanggulangan karhutla pada lahan non-gambut relatif lebih mudah dan terukur dibandingkan medan gambut.

Meski demikian, pihak BNPB memastikan tidak akan mengendurkan kewaspadaan. "Kami terus melakukan pemantauan dan patroli guna mendeteksi titik api baru maupun bara yang berpotensi muncul kembali usai proses pemadaman," pungkasnya.

(Lukman Diah Sari)