Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menerima audiensi dengan Bupati Aceh Barat Tarmizi. Foto: Antara.
Bantuan ke Desa Didorong Memperkuat Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat
Anggi Tondi Martaon • 4 September 2026 12:44
Jakarta: Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) mendorong bantuan terhadap desa tidak berhenti pada pemberian bantuan. Namun, diarahkan untuk memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Menurut Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto, setiap program yang dijalankan harus memberikan manfaat berkelanjutan. Serta mampu mendorong produktivitas dan potensi ekonomi desa.
"Kalau program saat ini mesti melakukan pemberdayaan ekonomi, jadi bantuan tidak hilang sekali bantu. Misal jalan, itu dalam ketahanan pangan bisa menunjang ketahanan pangan atau dia menghasilkan produksi, misal desa tematik, desa melon, desa telur, dan lain sebagainya," kata Yandri dikutip dari Antara, Jumat, 4 September 2026.
Yandri mengatakan bantuan yang diberikan diharapkan dapat memicu desa untuk mengembangkan potensi dan komoditas unggulan sesuai karakteristik wilayah. Dengan demikian kegiatan ekonomi produktif dapat terus berkembang.
Dalam kesempatan itu Mendes Yandri menekankan pentingnya optimalisasi potensi desa dalam mendukung pemenuhan kebutuhan pangan. Termasuk untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurut Yandri, desa dapat diarahkan menjadi sentra produksi komoditas tertentu sesuai potensi wilayah. Potensi tersebut kemudian dikembangkan secara terintegrasi dalam satu kawasan melalui kerja sama antardesa.

Mendes PDT Yandrie Susanto. Metrotvnews.com/ Triawati.
"Bahan MBG harusnya dari desa. Makanya, desa harus jadi desa petelur, desa cabai, desa tematik intinya. Kalau bisa, satu kawasan, satu jenis desa tematik. Nanti dibuat BUMDesma (Badan Usaha Desa Bersama). Nanti, saling bantu di satu kawasan," ungkap Yandri.
Pengembangan desa tematik tersebut juga diharapkan dapat membangun rantai ekonomi dari hulu hingga hilir. Hal itu harus melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama.
Menurut Yandri, potensi produksi desa dapat dikonsolidasikan melalui penguatan kerja sama antardesa dan BUMDesma. Dengan demikian, produksi desa dapat tumbuh skala ekonomi yang lebih besar, sekaligus akses pasar yang lebih luas untuk mendukung keberlanjutan usaha masyarakat desa.