3 Korban Tewas Kebakaran Pabrik Sabun Simalungun Diduga Lompat dari Lantai 4

Kapolres Simalungun AKBP Marganda Aritonang memberikan keterangan dalam tayangan Breaking News, Metro TV. (Dokumentasi/ Metro TV)

3 Korban Tewas Kebakaran Pabrik Sabun Simalungun Diduga Lompat dari Lantai 4

Silvana Febiari • 3 September 2026 16:21

Simalungun: Tiga orang tewas dalam kebakaran yang melanda sebuah pabrik sabun di Kabupaten Simalungun, Sumatra Utara. Ketiganya diduga melompat dari lantai empat saat kebakaran terjadi.

"Terkonfirmasi korban saat ini tiga orang meninggal dunia, informasi loncat dari lantai empat," kata Kapolres Simalungun AKBP Marganda Aritonang dalam tayangan Breaking News, Metro TV, Rabu, 3 September 2026.

Aritonang mengatakan ketiga korban telah dievakuasi ke Rumah Sakit Karya Husada di Kecamatan Perdagangan. Seluruh korban juga telah teridentifikasi.


Meski demikian, polisi masih akan menindaklanjuti pemeriksaan melalui Tim Inafis untuk memastikan penyebab kematian para korban.

Sementara itu, proses pemadaman api masih terus berlangsung. Sebanyak 13 unit pemadam kebakaran dikerahkan, dengan dukungan personel Brimob Pematangsiantar, TNI AD, dan Pemerintah Kabupaten Simalungun.

Petugas juga menggunakan drone untuk memantau titik api yang berada di ketinggian. Langkah tersebut dilakukan agar proses pemadaman dapat menyasar titik api secara tepat.

"Kita menggunakan bantuan drone karena titik api saat ini berada di ketinggian untuk memastikan proses pemadaman tepat sasaran, sehingga pemadam kebakaran tidak sia-sia membuang air untuk memadamkan api," tuturnya.


Kebakaran pabrik sabun di Simalungun, Sumatra Utara. (Dokumentasi/ Metro TV)


Setelah api berhasil dipadamkan, petugas akan melakukan penyisiran di seluruh area pabrik. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada korban lain akibat kebakaran.

"Setelah pemadaman kami akan melakukan penyisiran memastikan korban lain yang diakibatkan kebakaran," ungkapnya.

Hingga kini, lokasi kejadian telah disterilkan. Masyarakat maupun karyawan tidak diperbolehkan berada di area pabrik dan lokasi hanya diisi petugas pemadam kebakaran, kepolisian, serta TNI.

(Silvana Febiari)