Waspada Abu Vulkanik, Ini Doa Sesak Napas, Arab, Latin, dan Artinya

Ilustrasi: Suhairy Tri Yadhi/Pexels

Waspada Abu Vulkanik, Ini Doa Sesak Napas, Arab, Latin, dan Artinya

Riza Aslam Khaeron • 7 September 2026 07:00

Jakarta: Erupsi Gunung Anak Krakatau yang berlangsung sejak Jumat, 4 September 2026 malam menyebabkan abu vulkanik menyebar ke sejumlah wilayah di Pulau Jawa dan Sumatra.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Minggu, 6 September 2027 mendeteksi dua klaster sebaran abu yang mencakup Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Lampung, hingga Bengkulu.

Paparan abu vulkanik ini perlu diwaspadai karena dapat mengganggu fungsi saluran pernapasan. US Geological Survey (USGS) menjelaskan bahwa partikel abu yang sangat halus dapat terhirup hingga masuk ke dalam paru-paru.

Dampak paparan tersebut dapat menimbulkan batuk, iritasi tenggorokan, rasa tidak nyaman saat bernapas, hingga sesak napas, terutama bagi penderita asma, bronkitis, atau penyakit pernapasan lainnya.

Oleh karena itu, masyarakat yang berada di wilayah terdampak abu diimbau untuk mengurangi paparan dan melakukan langkah perlindungan terhadap saluran pernapasan. Apabila mengalami sesak napas berat atau kondisi kesehatan semakin memburuk, penanganan medis tetap harus segera dicari.

Di samping ikhtiar medis, umat Islam juga dianjurkan untuk menyertainya dengan doa. Mengutip NU Online, salah satu bacaan yang dapat diamalkan ketika mengalami penyakit, termasuk keluhan sesak napas, adalah Surat Yunus ayat 57.
 

Doa Sesak Napas

Berikut bacaan Surat Yunus ayat 57 yang dapat dijadikan sebagai doa dan ikhtiar memohon kesembuhan:



Ya ayyuhan-nasu qad ja'atkum mau'idhatum mir rabbikum wa syifa'ul lima fish-shuduri wa hudaw wa rahmatul lil-mu'minin
.

Artinya: “Wahai manusia, sungguh telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu, penyembuh bagi sesuatu yang terdapat dalam dada, serta petunjuk dan rahmat bagi orang-orang mukmin.” (QS Yunus: 57).
 

Cara Mengamalkan Doa Sesak Napas

Mengutip NU Online, Wakil Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah KH Achmad Chalwani Nawawi menyebutkan bahwa ayat tersebut dapat dijadikan ikhtiar untuk memohon kesembuhan berbagai penyakit, termasuk sesak napas.

Menurut KH Achmad Chalwani Nawawi, Surat Yunus ayat 57 tersebut dapat dibaca sebanyak 100 kali dalam sehari.
 
Pembacaannya tidak harus dilakukan sekaligus dalam satu waktu, melainkan dapat dicicil pada siang maupun malam hari sesuai kemampuan. Amalan tersebut merupakan ijazah yang diterimanya dari KH Ahmad Abdul Haq Dalhar atau Mbah Mad Watucongol, Magelang.

NU Online menekankan bahwa doa merupakan ikhtiar batin yang berjalan bersama ikhtiar lahir berupa pengobatan, bukan penggantinya.

Hal tersebut menjadi sangat penting terutama apabila sesak napas muncul setelah terpapar abu vulkanik. Oleh karena itu, menghindari paparan abu dan memperoleh pertolongan medis ketika dianjurkan tetap menjadi bagian utama dari upaya menjaga keselamatan.

(Riza Aslam Khaeron)