Peringatan Dini BMKG: Waspada Gelombang Tinggi hingga 4 Meter

Ilustrasi - Wisatawan bermain selancar di tengah gelombang air laut di sebuah pantai. (ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/tom)

Peringatan Dini BMKG: Waspada Gelombang Tinggi hingga 4 Meter

Lukman Diah Sari • 3 September 2026 08:59

Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau para nelayan dan operator moda transportasi laut untuk mewaspadai potensi gelombang tinggi hingga empat meter. Kondisi ini berisiko mengancam keselamatan pelayaran di sejumlah wilayah perairan Indonesia pada periode 2 hingga 5 September 2026.

Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Meteorologi Maritim BMKG, Agie Wandala Putra, mengingatkan bahaya gelombang tinggi tersebut, terutama bagi moda transportasi berukuran kecil hingga sedang seperti perahu nelayan dan kapal tongkang.

"Risiko tinggi keselamatan pelayaran wajib diwaspadai oleh perahu nelayan apabila kecepatan angin mencapai lebih dari 15 knot dengan tinggi gelombang di atas 1,25 meter, serta kapal tongkang jika angin melebihi 16 knot dan gelombang di atas 1,5 meter," kata Agie di Jakarta, Kamis, 3 September 2026.

Agie menjelaskan, peringatan kewaspadaan ini juga ditujukan kepada pengelola kapal feri penyeberangan saat angin bertiup melebihi 21 knot dengan gelombang di atas 2,5 meter. Sementara bagi kapal berukuran besar, seperti kapal kargo dan kapal pesiar, batas kewaspadaan berlaku jika kecepatan angin melampaui 27 knot dan tinggi gelombang mencapai 4 meter.

Peningkatan tinggi gelombang ini dipicu oleh pergerakan pola angin di kawasan selatan ekuator Indonesia yang bertiup dari timur hingga tenggara dengan kecepatan cukup tinggi, yakni mencapai 5 hingga 31 knot. Adapun konsentrasi angin terkuat terpantau berada di wilayah Laut Jawa dan Selat Makassar bagian selatan.


Ilustrasi gelombang tinggi. Dok. Media Indonesia

Berdasarkan pemetaan BMKG, gelombang tinggi di kisaran 2,5 hingga 4,0 meter berpeluang terjadi di sepanjang perairan Samudra Hindia barat Sumatra—meliputi perairan Aceh, Kepulauan Nias, Kepulauan Mentawai, Bengkulu, hingga Lampung—serta wilayah perairan Samudra Hindia selatan Banten, Jawa, hingga Bali.

Sementara itu, gelombang sedang di kisaran 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi melanda belasan perairan strategis lainnya. Wilayah tersebut meliputi Selat Malaka bagian utara, Laut Natuna Utara, Selat Karimata, Laut Jawa, Laut Flores, Selat Makassar, Laut Banda, hingga Laut Arafuru.

BMKG meminta masyarakat yang beraktivitas di sekitar kawasan pesisir serta pengguna jasa transportasi laut untuk secara berkala memantau perkembangan prakiraan cuaca maritim demi keselamatan pelayaran.

(Lukman Diah Sari)