Hujan Lebat Picu Longsor di Selandia Baru, Sejumlah Orang Dilaporkan Hilang

Longsor yang terjadi di Selandia Baru. Foto: RNZ

Hujan Lebat Picu Longsor di Selandia Baru, Sejumlah Orang Dilaporkan Hilang

Muhammad Reyhansyah • 22 January 2026 09:39

Wellington: Hujan lebat yang mengguyur Selandia Baru menyebabkan kerusakan luas dan memicu longsor di Pulau Utara pada Kamis, 22 Januari 2026. Sejumlah orang dilaporkan hilang setelah longsor terjadi di dekat sebuah lokasi perkemahan, sementara rumah-rumah dievakuasi, ribuan warga kehilangan aliran listrik, dan sejumlah ruas jalan utama ditutup.

Layanan darurat menangani insiden longsor di sekitar area perkemahan di Mount Maunganui, destinasi wisata populer di kawasan Bay of Plenty di pesisir utara Selandia Baru. 

Polisi menyatakan lokasi perkemahan tersebut telah dikosongkan dan petugas darurat tengah berupaya menemukan siapa pun yang kemungkinan masih berada di area terdampak.

Media lokal melaporkan sejumlah helikopter dikerahkan untuk mendukung operasi pencarian dan penyelamatan yang masih berlangsung.

Dilansir dari Channel News Asia, Kamis, 22 Januari 2026, Perdana Menteri Selandia Baru Christopher Luxon mengatakan melalui platform X bahwa dirinya “secara aktif memantau situasi di seluruh negeri, termasuk insiden besar di Mount Maunganui”. Ia menambahkan bahwa cuaca ekstrem terus menciptakan kondisi berbahaya di berbagai wilayah Pulau Utara.

Menteri Penanggulangan Darurat dan Pemulihan Mark Mitchell mengatakan kepada Radio NZ bahwa hujan lebat melanda hampir seluruh garis pantai timur Pulau Utara. 

“Kabar baiknya adalah semua pihak merespons dengan sangat cepat. Ada waktu untuk melakukan persiapan, dan hal itu membantu mengurangi dampak serta menciptakan respons yang kuat,” ujar Mitchell.

Otoritas Transportasi Selandia Baru melaporkan penutupan sejumlah jalan utama di wilayah Northland, Bay of Plenty, dan Waikato. Pemerintah daerah menyebut beberapa komunitas kecil masih terisolasi akibat kerusakan jalan.

Sementara itu, badan prakiraan cuaca Selandia Baru, MetService, menyatakan seluruh peringatan cuaca di Pulau Utara telah dicabut seiring pergerakan sistem tekanan rendah tropis ke arah timur. Namun, beberapa peringatan masih berlaku di Pulau Selatan dan diperkirakan akan mereda pada Kamis, tambah lembaga tersebut.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)