Direktur Utama PAM JAYA Arief Nasrudin saat sosialisasi pemasangan sambungan baru air minum perpipaan PAM JAYA. (Dok. Metro TV)
Percepatan Air Pipa PAM JAYA, Jakarta Bidik Layanan 100 Persen
Duta Erlangga • 25 January 2026 08:57
Jakarta: PAM JAYA terus mempercepat perluasan layanan air minum perpipaan di Jakarta. Melalui sosialisasi pemasangan sambungan baru di wilayah Jakarta Selatan, PAM JAYA mengajak warga beralih ke air pipa demi ketersediaan air bersih berkelanjutan dan perlindungan lingkungan.
Sosialisasi pemasangan sambungan baru air minum perpipaan PAM JAYA digelar di kawasan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, pada Sabtu, 24 Januari 2026. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada warga terkait manfaat air perpipaan, serta kemudahan proses penyambungan langsung ke rumah.
Direktur Utama PAM JAYA Arief Nasrudin menegaskan program ini merupakan bagian dari percepatan target pelayanan air minum perpipaan menuju cakupan 100 persen pada tahun 2029. Dengan diresmikannya Instalasi Pengolahan Air (IPA) Pesanggrahan, layanan air pipa kini menjangkau wilayah Kebayoran Lama, Pesanggrahan, hingga Bintaro, yang melayani ratusan ribu jiwa.

Sosialisasi pemasangan sambungan baru air minum perpipaan PAM JAYA. (Dok. Metro TV)
“Kita sedang mengejar target ‘menuju 2029, 100 persen layanan,’ dan ini sebenarnya kita ingin sampaikan Pesanggrahan IPA kita sudah diresmikan kemarin. Ini bagian dari market area layanan kita yang memang di daerah Pesanggrahan, dan inilah yang sedang kita percepat supaya sambungan rumah di Jakarta Selatan pun sudah juga dilaksanakan. Kami ingin melakukan penyadaran terhadap masyarakat di Jakarta Selatan atas lingkungan, atas hal air bersih yang sebaiknya menggunakan pipanisasi dari PAM JAYA. Ini bagian tadi ada aturan-aturan dari pemerintah yang sudah dimandatkan kepada PAM JAYA,” kata Arief dalam sesi wawancara.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno saat sosialisasi pemasangan sambungan baru air minum perpipaan PAM JAYA. (Dok. Metro TV)
Selain memperluas layanan, PAM JAYA menekankan pentingnya pengurangan penggunaan air tanah. Eksploitasi air tanah dinilai berdampak terhadap penurunan muka tanah yang memicu banjir dan rob, khususnya di wilayah Jakarta Utara dan Barat. Air perpipaan yang diolah dari air sungai menjadi solusi jangka panjang menjaga keseimbangan lingkungan.
“Memang PDAM kita ini ditugaskan oleh pemerintah DKI 2029 100 persen untuk bisa memberikan pelayanan masyarakat. Saya minta kepada PDAM harus adil kita. Artinya bapak/ibu sekalian, hari ini memang tugas mereka sosialisasi, tapi kami tidak memaksa. Saya harus memikirkan masyarakat, yuk ada kesempatan untuk air. Sama juga mungkin insyaAllah Pak RW kita akan melanjutkan sodetan sungai, itu sudah di plotting,” ujar Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno.
Dalam sosialisasi ini, PAM JAYA juga menawarkan berbagai kemudahan. Mulai dari pembebasan biaya sambungan bagi rumah dengan luas tertentu, diskon biaya pemasangan, hingga penyediaan water purifier untuk mendukung kualitas air layak minum di rumah warga.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berharap peran aktif RT dan RW dapat menjadi jembatan informasi kepada masyarakat. Dengan dukungan warga, percepatan sambungan air perpipaan diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan air bersih, tetapi juga menjadi langkah bersama menjaga masa depan lingkungan Jakarta.