Pakar: Modifikasi Cuaca Redam Hujan Ekstrem

Eks Kepala BMKG Dwikorita Karnawati. Foto: Setpres.

Pakar: Modifikasi Cuaca Redam Hujan Ekstrem

Media Indonesia • 23 January 2026 15:24

Jakarta: Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) periode 2017-2025 Dwikorita Karnawati menilai langkah pemerintah dalam menangani dan mengendalikan cuaca ekstrem sudah berada di jalur yang tepat. Upaya yang dilakukan, terutama melalui operasi modifikasi cuaca, dinilai cukup efektif dalam menekan dampak hujan berintensitas tinggi yang terjadi secara beruntun di sejumlah wilayah.

Berdasarkan pengalaman dan pemantauan yang ada, Dwikorita menyebutkan bahwa penanganan cuaca ekstrem mampu menurunkan curah hujan secara signifikan. "Penanganannya sudah cukup efektif, berhasil mengurangi curah hujan kurang lebih 30 persen," kata Dwikorita dikutip dari Media Indonesia, Jumat, 23 Januari 2026.

Ia menjelaskan, hujan dengan kategori lebat hingga ekstrem memang sulit untuk dicegah sepenuhnya. Namun, intensitasnya masih dapat ditekan agar dampaknya tidak semakin besar. 

Menurut dia, hujan ekstrem dengan intensitas di atas 150 milimeter bisa diturunkan menjadi hujan sangat lebat dengan kisaran 100-150 milimeter. Sementara hujan sangat lebat dapat ditekan menjadi hujan lebat, dan hujan lebat masih bisa dikurangi hingga berada pada kategori hujan sedang.

"Untuk hujan lebat dapat dikurangi intensitasnya menjadi hujan dengan intensitas sedang," jelas Dwikorita. 

IIustrasi operasi modifikasi cuaca (OMC). Foto: Dok/BNPB.

Meski demikian, Dwikorita menilai efektivitas pengendalian cuaca masih bisa ditingkatkan. Salah satunya melalui penyusunan strategi penerbangan modifikasi cuaca yang lebih presisi, mulai dari waktu, durasi, hingga kecepatan serta arah pertumbuhan dan pergerakan awan. 

Selain itu, faktor sumber daya juga menjadi kunci keberhasilan. Menurut dia, jumlah pesawat dan crewnya perlu lebih ditambah.

"(Penambahan) menyesuaikan luasnya area atau banyaknya wilayah provinsi yang mengalami cuaca ekstrem dalam waktu yang bersamaan," ujar Dwikorita.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggi Tondi)