Kemenko Perekonomian dan Jasaraharja Putera Dorong Asuransi Pariwisata di Labuan Bajo

Focus Group Discussion (FGD) Pilot Project Asuransi Pariwisata 2026 di Labuan Bajo. (Istimewa)

Kemenko Perekonomian dan Jasaraharja Putera Dorong Asuransi Pariwisata di Labuan Bajo

Lukman Diah Sari • 18 December 2025 21:53

Jakarta: Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian berkolaborasi dengan PT Jasaraharja Putera mendorong penguatan manajemen risiko pariwisata melalui pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) Pilot Project Asuransi Pariwisata 2026 di Labuan Bajo. Kegiatan tersebut digelar di DoubleTree by Hilton Jakarta Bintaro Jaya, Rabu, 17 Desember 2025.

FGD bertema “Mendorong Optimalisasi Penerapan Asuransi Pariwisata pada Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP) Labuan Bajo” ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan sektor pariwisata nasional yang aman, berkelanjutan, dan berdaya saing global, seiring meningkatnya aktivitas wisata di destinasi prioritas nasional.

Kegiatan tersebut dihadiri kementerian dan lembaga lintas sektor, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), pemerintah daerah, serta perwakilan asosiasi pelaku usaha pariwisata dan transportasi. FGD dibuka dengan sambutan Asisten Deputi Pengembangan Pariwisata Kemenko Perekonomian, Herfan Brilianto.


Focus Group Discussion (FGD) Pilot Project Asuransi Pariwisata 2026 di Labuan Bajo. (Istimewa)

Dalam sambutannya, Herfan menegaskan bahwa penguatan manajemen risiko pariwisata merupakan bagian penting dalam mendukung pembangunan pariwisata nasional yang berkualitas dan berkelanjutan. Ia menyebut penerapan asuransi pariwisata sebagai faktor fundamental dalam menentukan daya saing destinasi wisata di pasar global.

“Asuransi wisata ini sangat terkait dengan upaya kita untuk membangun daya saing industri pariwisata di Indonesia,” ujar Herfan Brilianto, dalam rilis diterima pada Kamis, 18 Desember 2025.

Sesi utama FGD diisi dengan paparan narasumber terkait pengelolaan risiko pariwisata, peran pemerintah pusat dan daerah, serta perspektif industri dalam penerapan asuransi pariwisata di Labuan Bajo. Diskusi kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab interaktif.

Labuan Bajo dipilih sebagai fokus Pilot Project Asuransi Pariwisata 2026 karena statusnya sebagai Destinasi Pariwisata Prioritas Nasional yang sejalan dengan arah kebijakan RPJMN, serta karakteristik risiko pariwisata yang beragam. Forum ini menjadi wadah strategis untuk merumuskan model penerapan asuransi pariwisata yang terintegrasi sebagai instrumen mitigasi risiko dan peningkatan standar keamanan serta keselamatan wisata.

Direktur Utama PT Jasaraharja Putera, Abdul Haris, mengatakan asuransi pariwisata memiliki peran strategis dalam menciptakan rasa aman bagi wisatawan sekaligus meningkatkan kepercayaan terhadap destinasi wisata Indonesia.

“Penerapan asuransi pariwisata tidak hanya berfungsi sebagai perlindungan finansial, tetapi juga menjadi bagian dari tata kelola risiko yang mendorong profesionalisme, kepatuhan standar keselamatan, dan keberlanjutan industri pariwisata,” ujar Abdul Haris.

FGD ini dimoderatori Staf Ahli Bidang Manajemen Krisis Kementerian Pariwisata, Fadjar Hutomo, dengan menghadirkan narasumber Plt Direktur Utama BPOLBF Dwi Marhen Yono, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Manggarai Barat Stefanus Jemsifori, serta Ketua Bidang Kapal Cruise DPP Indonesian National Shipowners’ Association (INSA) Roland Permana. Diskusi turut diperkuat tanggapan Deputi Direktur Senior Pengaturan Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Muhammad Anshori, Asisten Deputi Perancangan Destinasi Pariwisata Kementerian Pariwisata Muh. Nurdin, serta Direktur Utama PT Jasaraharja Putera Abdul Haris.

Pembahasan mencakup pemetaan risiko pariwisata, peran pemerintah pusat dan daerah dalam fasilitasi dan regulasi, kesiapan pelaku usaha, hingga skema implementasi pilot project asuransi pariwisata yang aplikatif dan terukur.

Melalui FGD ini, diharapkan dapat dirumuskan langkah konkret serta indikator keberhasilan pelaksanaan Pilot Project Asuransi Pariwisata 2026 di Labuan Bajo. Hasil diskusi akan menjadi bahan rekomendasi bagi pemerintah pusat dan daerah dalam merumuskan kebijakan serta strategi penerapan asuransi pariwisata di destinasi prioritas lainnya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)