Lautan Jemaah Padati Monas Hadiri Doa untuk Indonesia

Ratusan ribu masyarakat memadati kawasan Silang Monas, Jakarta Pusat, untuk mengikuti Tabligh Akbar Doa Untuk Indonesia, Senin malam, 12 Oktober 2026. Foto: Metrotvnews.com/Nattasya Amani Vrazeti.

Lautan Jemaah Padati Monas Hadiri Doa untuk Indonesia

Nattasya Amani Vrazeti • 12 October 2026 22:22

Jakarta: Ratusan ribu masyarakat memadati kawasan Silang Monas, Jakarta Pusat, untuk mengikuti Tabligh Akbar "Doa Untuk Indonesia", Senin malam, 12 Oktober 2026. Kegiatan ini dihadiri ulama terkemuka asal Yaman, Habib Umar bin Hafidz.

Berdasarkan pantauan Metrotvnews.com di lokasi pada pukul 21.00 WIB, gelombang kedatangan jemaah terus mengalir masuk ke area Monas. Masyarakat yang hadir terdiri dari berbagai usia, mulai dari orang dewasa hingga anak-anak.
 


Mayoritas jemaah pria mengenakan pakaian muslim seperti baju koko, jubah, dan peci. Sementara jemaah perempuan tampak mengenakan busana muslimah lengkap dengan hijab. Suasana khusyuk kian terasa seiring lantunan hadroh dan selawat yang terus bergema tanpa henti mengiringi jalannya acara.

Para jemaah dengan tertib mengambil tempat di area yang disediakan panitia sambil terus memanjatkan doa dan selawat bersama.

Dewan Syuro Majelis Rasulullah SAW, Habib Nabiel Almusawa, menyampaikan bahwa kehadiran Habib Umar bin Hafidz membawa pesan kedamaian dan kemaslahatan yang sangat penting bagi bangsa Indonesia.


Ratusan ribu masyarakat memadati kawasan Silang Monas, Jakarta Pusat, untuk mengikuti Tabligh Akbar "Doa Untuk Indonesia", Senin malam, 12 Oktober 2026. Foto: Metrotvnews.com/Nattasya Amani Vrazeti.

“Sinergi antara ulama dan umara dalam satu majelis ini bukan sekadar momen seremonial, melainkan sebuah upaya spiritual untuk membangun kemaslahatan bangsa. Monas akan menjadi episentrum yang mendatangkan ratusan ribu jemaah, tidak hanya dari seluruh pelosok Nusantara, tetapi juga dari berbagai negara,” tegas Habib Nabiel dalam keterangan tertulis.

Habib Umar bin Hafidz merupakan pimpinan Pengasuh Pondok Pesantren Darul Musthofa di Tarim, Yaman. Umar telah melahirkan ribuan ulama di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia, serta tercatat menduduki peringkat ketiga dalam daftar The World's 500 Most Influential Muslims 2026.

(Fachri Audhia Hafiez)