TPA Pasir Bajing Garut Terbakar,  Asap Masuk Permukiman

Kebakaran lahan terjadi di TPA Pasir Bajing, tepatnya di Zona 3, Desa Sukaraja, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Kamis (8/10) . (Sumber Foto: BPBD Kab. Garut)

TPA Pasir Bajing Garut Terbakar, Asap Masuk Permukiman

Lukman Diah Sari • 9 October 2026 23:56

Garut: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut kebakaran lahan terjadi di tempat pembuangan akhir (TPA) Pasir Bajing, tepatnya di Zona 3, Desa Sukaraja, Kecamatan Banyuresmi. Kebakaran itu menghanguskan sekitar tiga hingga empat hektare lahan.

"Berdasarkan laporan Kamis (8/10), tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut," kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam rilis resmi, Jumat, 9 Oktober 2026.

Namun, kata Berton, asap kebakaran dilaporkan telah memasuki permukiman di Kampung Pasirbajing dan Jalan Raya Garut–Bandung sehingga mengganggu jarak pandang pengguna jalan. Hingga laporan diterima, penanganan masih berlangsung oleh petugas gabungan dari BPBD Kabupaten Garut, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Sosial melalui Taruna Siaga Bencana (TAGANA), PMI, serta unsur terkait lainnya.

"Upaya penanganan dilakukan melalui pemadaman titik-titik api menggunakan unit pasokan air serta penyekatan area kebakaran dengan bantuan alat berat untuk menghambat perambatan api," jelas dia.

Kebakaran lahan terjadi di TPA Pasir Bajing, tepatnya di Zona 3, Desa Sukaraja, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Kamis (8/10) . (Sumber Foto: BPBD Kab. Garut)

BPBD Kabupaten Garut juga melakukan asesmen, pemantauan kondisi kebakaran, dan koordinasi dengan pemerintah kecamatan serta instansi terkait. Selain itu, petugas gabungan terus memantau titik-titik api untuk mengantisipasi perambatan ke arah kawasan Kamojang, Gunung Guntur, maupun permukiman warga.

Di sisi lain, proses pemadaman sempat menghadapi sejumlah kendala, antara lain keterbatasan peralatan untuk menjangkau titik api, kondisi sampah yang kering dan tebal sehingga api serta bara sulit dikendalikan, serta tiupan angin yang cukup kencang.

Penanganan tersebut membutuhkan dukungan tambahan personel, peralatan pemadaman berupa unit pasokan air, kendaraan pemadam, selang dan nosel, serta logistik bagi petugas di lapangan.

(Lukman Diah Sari)