Polisi Inggris menangkap lima pria dekat pangkalan udara RAF Fairford. (Anadolu Agency)
Inggris Tangkap 5 Pria Dekat Pangkalan yang Digunakan AS, Ada Dugaan Terorisme
Willy Haryono • 28 September 2026 07:20
London: Kepolisian Inggris menangkap lima pria yang diduga melakukan pelanggaran terkait bahan peledak dan terorisme pada Minggu, 27 September 2026, di dekat pangkalan udara yang pernah digunakan Amerika Serikat (AS) untuk melancarkan serangan ke Iran.
Penangkapan dilakukan setelah polisi menerima informasi mengenai tiga van yang terlihat menuju pangkalan militer tersebut.
Presiden AS Donald Trump mengatakan para tersangka diduga berencana menimbulkan “kerusakan besar” dan telah berada dalam penyelidikan aparat Inggris dan AS.
Detektif antiterorisme Inggris yang memimpin penyelidikan mengatakan polisi menerima laporan mengenai tiga kendaraan mencurigakan yang tampak bergerak menuju RAF Fairford di Inggris bagian barat pada Minggu dini hari.
Lima pria ditangkap oleh petugas bersenjata dan kemudian ditahan atas dugaan persiapan melakukan aksi terorisme. Polisi mengatakan insiden tersebut kini diyakini telah terkendali, tetapi belum mengungkap pihak yang mereka duga terlibat.
Seorang sumber yang mengetahui penyelidikan mengatakan motif yang terkait Iran menjadi kemungkinan utama. Namun, penyelidik juga mempertimbangkan kemungkinan operasi sabotase Rusia atau rencana yang bermotif Islamis.
“Kami masih berada pada tahap awal penyelidikan dan lima pria masih dalam tahanan,” kata Koordinator Nasional Senior Counter Terrorism Policing Vicki Evans dalam sebuah pernyataan.
“Seperti yang Anda harapkan, kami bekerja sama dengan para mitra untuk memahami keadaan insiden ini,” lanjutnya, dikutip dari Huffpost.
Polisi memasang perimeter keamanan sejauh 400 meter di sekitar pangkalan ketika unit penjinak bom memeriksa kendaraan-kendaraan tersebut. Warga dari 85 rumah di sebuah desa terdekat dievakuasi, sementara petugas bersenjata melakukan patroli di sekitar lokasi.
RAF Fairford dan Serangan ke Iran
Pemerintah Inggris, yang memberikan izin kepada AS untuk menggunakan pesawat pengebom yang berbasis di Fairford dalam serangan terhadap lokasi rudal Iran yang menyerang kapal di Selat Hormuz, mengatakan Perdana Menteri Andy Burnham terus mendapatkan informasi terbaru mengenai insiden tersebut.Burnham berterima kasih kepada polisi dan angkatan bersenjata. Melalui X, ia mengatakan insiden di dekat RAF Fairford tersebut akan menimbulkan kekhawatiran bagi warga setempat dan banyak orang yang mengikuti perkembangan di seluruh Inggris.
Inggris pada Juli mengatakan angkatan bersenjatanya siap melindungi negara dari serangan setelah Garda Revolusi Iran memperingatkan Inggris agar tidak mengizinkan pesawat pengebom AS terbang dari Fairford. Iran mengatakan setiap pangkalan yang digunakan untuk melancarkan serangan akan menjadi sasaran yang sah.
Trump memuji penangkapan tersebut. “Penangkapan di Inggris itu luar biasa,” kata Trump kepada wartawan.
“Kami telah menyelidiki mereka. Mereka berusaha melakukan kerusakan besar terhadap benteng kami dan bekerja sama dengan Inggris berjalan sangat baik ... Kami telah mengawasi mereka sejak lama, dan kami berhasil menangkap mereka,” lanjutnya.
Pada Minggu pagi, pangkalan tersebut ditutup oleh polisi bersenjata, sementara sejumlah kendaraan dan peralatan berat juga menghalangi akses.
Menurut saksi Reuters, pengamanan juga diperketat di pangkalan lain yang digunakan AS. Kendaraan lapis baja dan tentara terlihat di gerbang RAF Lakenheath dan RAF Mildenhall di Inggris bagian timur.
Baca juga: Parlemen Inggris Tetapkan Palestine Action sebagai Organisasi Teroris