Catat! 8 Etika Tak Tertulis di Bandara dan Pesawat

Simak 8 etika tak tertulis di bandara dan dalam pesawat yang wajib diketahui demi kenyamanan bersama selama perjalanan udara.

Catat! 8 Etika Tak Tertulis di Bandara dan Pesawat

27 September 2026 15:03

Jakarta: Bandara menjadi tempat yang dipenuhi banyak orang dengan tujuan dan kebutuhan perjalanan yang berbeda. Di tengah aktivitas tersebut, ada sejumlah kebiasaan yang perlu diperhatikan agar tidak mengganggu penumpang lain.

Beberapa aturan di bandara maupun pesawat memang tidak selalu tertulis dalam bentuk larangan resmi. Meski begitu, kebiasaan sederhana seperti menyiapkan dokumen, menjaga barang bawaan, hingga memberi ruang kepada penumpang lain dapat membuat perjalanan lebih nyaman.

Hal serupa juga berlaku ketika penumpang menunggu proses pemeriksaan, berada di area gerbang keberangkatan, hingga duduk di dalam pesawat. Sikap tertib dan memperhatikan kondisi sekitar dapat membantu proses keberangkatan berjalan lebih lancar.

Selain berkaitan dengan kenyamanan, sejumlah kebiasaan tersebut juga dapat mengurangi antrean dan mencegah penumpang lain merasa terganggu. Berikut aturan tak tertulis di bandara dan pesawat yang perlu dipahami sebelum melakukan perjalanan.

8 Aturan Tak Tertulis di Bandara yang Perlu Dipahami

1. Siapkan Dokumen Sebelum Masuk Pemeriksaan Keamanan

Penumpang sebaiknya sudah menyiapkan kartu identitas dan boarding pass ketika mulai memasuki antrean pemeriksaan keamanan. Jangan baru mencari kedua dokumen tersebut ketika sudah berada di depan petugas.

Bagi penumpang yang tidak menggunakan jalur TSA PreCheck®, barang seperti laptop dan cairan juga sebaiknya ditempatkan di bagian tas yang mudah dijangkau. Persiapan tersebut dapat mempercepat proses pemeriksaan sekaligus menghindari antrean semakin panjang.

2. Jangan Gunakan Kursi Tunggu untuk Menaruh Barang

Area tunggu di bandara terkadang memiliki jumlah kursi yang terbatas, terutama ketika penerbangan sedang ramai. Penumpang sebaiknya tidak menggunakan kursi di sebelahnya untuk menaruh koper, laptop, makanan, minuman, atau barang pribadi lainnya.

Barang bawaan dapat diletakkan di lantai atau di bawah kursi, selama tidak mengganggu akses penumpang lain. Pengecualian dapat dilakukan jika kursi tersebut memang sedang disiapkan untuk orang yang bepergian bersama.

3. Jangan Memadati Check in saat Belum Giliran

Penumpang tidak perlu langsung berdiri di depan gerbang Check-In ketika proses naik pesawat dimulai, terutama jika nomor kelompoknya masih jauh dari giliran. Berdiri terlalu dekat dengan pintu hanya membuat area tersebut semakin penuh tanpa membuat proses masuk pesawat menjadi lebih cepat.

Berikan kesempatan kepada kelompok yang dipanggil lebih dulu untuk melewati gerbang. Penumpang tetap dapat menunggu di sekitar area keberangkatan dan masuk ketika kelompoknya sudah dipanggil.

Ilustrasi Kabin Pesawat. Foto: Dok Pexels.

4. Perhatikan Barang Saat Berjalan di Lorong Pesawat

Lorong pesawat memiliki ruang yang terbatas sehingga barang bawaan perlu dijaga agar tidak mengenai penumpang lain. Tas jinjing, tas tangan, dan barang pribadi sebaiknya berada dekat dengan tubuh ketika berjalan menuju kursi.

Penumpang juga perlu berhati-hati saat membawa barang berukuran besar. Jika tidak sengaja mengenai kepala, tangan, atau bahu penumpang lain, segera sampaikan permintaan maaf.

5. Gunakan Kabin Secukupnya

Ruang penyimpanan di atas kursi memiliki kapasitas terbatas dan perlu digunakan secara bergantian. Barang pribadi seperti ransel, tas tangan, atau jaket sebaiknya diletakkan di bawah kursi apabila ukurannya masih memungkinkan.

Kondisi penerbangan yang penuh juga dapat membuat maskapai menawarkan pemeriksaan bagasi kabin secara gratis hingga tujuan akhir. Penumpang dari kelompok keberangkatan awal sebaiknya tidak memenuhi kompartemen atas dengan barang yang sebenarnya masih dapat disimpan di bawah kursi.

6. Penumpang Kursi Tengah Mendapatkan Kedua Sandaran Tangan

Penumpang yang mendapatkan kursi tengah biasanya berada di antara dua orang sehingga ruang geraknya lebih terbatas. Dalam kebiasaan tidak tertulis di dalam pesawat, penumpang di posisi tersebut mendapat hak menggunakan kedua sandaran tangan.

Aturan ini menjadi bentuk pertimbangan bagi penumpang yang tidak mendapatkan akses langsung ke jendela maupun lorong. Penumpang di kursi dekat jendela dan lorong dapat menggunakan ruang lainnya tanpa perlu berebut sandaran tangan.

7. Hindari Aroma yang Terlalu Menyengat

Penggunaan parfum atau cologne dengan aroma kuat dapat mengganggu penumpang lain, terutama di dalam kabin pesawat yang tertutup. Sebaiknya penggunaan wewangian dilakukan setelah keluar dari pesawat agar aromanya tidak menyebar ke seluruh kabin.

Hal yang sama berlaku untuk makanan dengan bau menyengat. Makanan seperti roti isi tuna, bawang, atau telur rebus sebaiknya dinikmati setelah tiba di tempat tujuan agar tidak mengganggu penumpang lain selama penerbangan.

8. Gunakan Headphone saat Menikmati Hiburan

Musik, podcast, atau film sebaiknya dinikmati menggunakan headphone selama berada di dalam pesawat. Suara dari perangkat tanpa headphone dapat mengganggu penumpang yang sedang tidur, membaca, atau menikmati hiburan mereka sendiri.

Menjaga volume tetap terdengar untuk diri sendiri juga membantu menciptakan suasana kabin yang lebih nyaman. Kebiasaan sederhana ini dapat mengurangi gangguan selama penerbangan, terutama ketika kabin dalam kondisi tenang.

(Angel Rinella)

(Arga Sumantri)