Stabilitas Makroekonomi Dinilai jadi Fondasi RI Tarik Investasi

Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Mari Elka Pangestu. Foto: tangkapan layar Metro TV.

Stabilitas Makroekonomi Dinilai jadi Fondasi RI Tarik Investasi

Eko Nordiansyah • 29 September 2026 20:11

Jakarta: Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Mari Elka Pangestu mengatakan stabilitas makroekonomi merupakan fondasi penting bagi Indonesia untuk menarik investasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi lebih tinggi.

"Kestabilan makro itu selalu penting," kata Mari di Jakarta, dikutip dari Antara, Selasa, 29 September 2026.

Menurut Mari, tantangan utama Indonesia saat ini adalah menjaga stabilitas, terutama di tengah perhatian terhadap disiplin fiskal dan kondisi makroekonomi.

Ia menilai faktor domestik sempat ikut memengaruhi pergerakan rupiah, selain tekanan eksternal seperti penguatan dolar Amerika Serikat dan kenaikan harga minyak.

"Intinya, mungkin Indonesia tantangannya pertama adalah tetap stabilitas," ujar dia.

Ia melanjutkan stabilitas makroekonomi tetap menjadi faktor penting sebelum pemerintah berbicara lebih jauh mengenai arah kebijakan investasi.



(Ilustrasi. Foto: Dok Metrotvnews.com)

Jaga iklim usaha tetap baik

Selain itu, pemerintah perlu menjaga iklim usaha agar mampu mendorong investasi dari sektor swasta, baik dalam negeri maupun luar negeri. Ia menyebut kepastian arah kebijakan dan kemampuan Indonesia menciptakan iklim investasi yang kondusif akan menentukan minat investor untuk menanamkan modal.

"Bagaimana iklim usaha, bagaimana menjaga iklim usaha dan investasi sehingga memang mendorong swasta dalam negeri maupun luar negeri untuk terus melakukan investasi," katanya menambahkan.

Mari menjelaskan stabilitas ekonomi dapat menopang pertumbuhan Indonesia berada pada level stabil di kisaran lima persen.

Namun, kata dia, untuk mendorong pertumbuhan ke level yang lebih tinggi melampaui angka lima persen, peningkatan investasi menjadi kebutuhan untuk bisa menjadi katalis pertumbuhan.

"Karena kita bisa mencapai lima persen kalau kita stabil saja pertumbuhannya. Tapi, kalau kita mau tumbuh di atas 5 persen, itu perlu investasi," tutur dia.

(Eko Nordiansyah)