Rumor Kematian Kim Jong-Un Disebar Pembangkang Tiongkok Berdomisili di AS

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-Un. Foto: Anadolu

Rumor Kematian Kim Jong-Un Disebar Pembangkang Tiongkok Berdomisili di AS

Fajar Nugraha • 20 October 2026 12:45

Pyongyang: Korea Utara (Korut) telah merilis foto-foto terbaru pemimpin Kim Jong-Un bersama istri dan putrinya di sebuah pameran pakaian dan alas kaki, di tengah klaim yang belum terverifikasi di media sosial yang menyebutkan bahwa ia telah meninggal dunia akibat pendarahan otak yang parah.

Tidak hanya Kim Jong-Un meninggal, penyebar rumor itu juga menyebutkan bahwa 9.000 tentara Tiongkok telah memasuki Pyongyang. Kedua klaim ini belum diverifikasi secara independen.

Foto-foto tersebut, yang diterbitkan oleh media pemerintah Korea Utara pada Selasa, 20 Oktober, memperlihatkan Kim sedang mengamati alas kaki anak-anak dan pakaian wanita di sebuah pameran yang dilaporkan berlangsung sehari sebelumnya.

Foto-foto ini belum diverifikasi keasliannya secara independen, namun kunjungan tersebut telah diberitakan oleh kantor berita Korea Selatan, Yonhap, dan publikasi khusus NK News.

Perkembangan ini muncul menyusul serangkaian klaim sensasional yang menyebutkan bahwa Kim mengalami koma, menerima perawatan medis darurat di Tiongkok, dan kemudian meninggal dunia. Tidak satu pun dari tuduhan tersebut didukung oleh bukti yang dapat diverifikasi secara independen.

Menurut Kantor Berita Pusat Korea (KCNA), Kim mengunjungi Pameran Pakaian dan Alas Kaki Nasional 2026 pada Senin. Istrinya, Ri Sol-Ju, dan putrinya, Kim Ju-Ae, turut mendampinginya, sebuah detail yang juga dilaporkan oleh Yonhap.

Salah satu foto memperlihatkan Kim sedang mengamati sepatu kecil berwarna merah muda, sementara foto lainnya menampilkan dirinya sedang berinteraksi dengan para pejabat dan memeriksa pakaian yang dipamerkan di lokasi tersebut.

Siapa yang memulai rumor tentang kematian Kim Jong Un?

Spekulasi ini mulai berkembang setelah Wanjun Xie, seorang pembangkang asal Tiongkok yang berbasis di Amerika Serikat (AS) dan berafiliasi dengan Partai Demokrasi Tiongkok (China Democracy Party), mengunggah serangkaian pernyataan di platform X yang mengeklaim bahwa pemimpin Korea Utara tersebut mengalami keadaan darurat medis yang serius.

Xie mengeklaim bahwa para dokter dari Peking Union Medical College Hospital di Beijing telah pergi ke Korea Utara pada 17 Oktober untuk menangani Kim setelah ia mengalami pendarahan otak.

Ia kemudian mengeklaim bahwa Kim Jong-Un telah dipindahkan ke Beijing, di mana para dokter tidak berhasil menyelamatkannya. Ia juga menyatakan bahwa jenazah pemimpin tersebut telah dipulangkan secara diam-diam ke Korea Utara.

New York Post melaporkan bahwa Xie tidak menyertakan dokumentasi medis, saksi yang dapat diidentifikasi, maupun bukti yang dapat diverifikasi secara independen untuk mendukung klaim-klaim tersebut.

Meskipun demikian, tuduhan tersebut menyebar dengan cepat secara daring, memicu spekulasi mengenai stabilitas politik Korea Utara serta kemungkinan adanya transisi kepemimpinan.

(Fajar Nugraha)