Atlet para tenis meja Indonesia Adyos Astan memberikan keterangan seusai pertandingan penyisihan tunggal putra kelas 4-5 Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 di Sky Hall Toyota, Aichi, Jepang, Jumat (16/10/2026). Foto: Antara.
Adyos Astan Petakan Lawan usai Kemenangan Perdana di Asian Para Games
Siti Yona Hukmana • 16 October 2026 11:56
Jakarta: Atlet para tenis meja Indonesia Adyos Astan langsung memetakan kekuatan calon lawan berikutnya. Hal ini ia lakukan setelah membuka Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 dengan kemenangan atas wakil Nepal Digam Chemjong.
"Tadi saya lihat Thailand dan Kamboja juga, lawan saya berikutnya. Biasanya kalau kita habis bertanding, next-nya yang masih main kita amati. Kira-kira apa kelebihannya, apa kelemahannya," kata Adyos di Sky Hall Toyota, Aichi, Jepang, dilansir Antara, Jumat, 16 Oktober 2026
Kemenangan atas Chemjong menjadi modal awal bagi Adyos untuk menjalani dua pertandingan berikutnya pada fase grup.
"Hari ini semoga jadi satu modal, jadi tambah semangat untuk menghadapi pertandingan berikutnya," ujar Adyos.
.jpeg)
Kontingen Indonesia untuk Asian Para Games 2026. Foto: Antara.
Pemain senior Indonesia itu menilai persaingan para tenis meja Asia kini relatif merata, karena para pemain memiliki kemampuan teknik yang tidak jauh berbeda. Menurut Adyos, kondisi fisik dan kesiapan pada hari pertandingan akan menjadi faktor penting dalam menentukan hasil.
"Sebenarnya dalam setiap pertandingan itu rata-rata sudah memiliki kemampuan atau teknik yang sama. Tinggal bagaimana pada saat pertandingan, siapa yang lebih siap, siapa yang lebih bugar dan siapa yang kondisinya lebih bagus," kata Adyos.
Adyos memilih tidak membebani diri dengan target tertentu. Ia berusaha menjaga performanya agar dapat tampil maksimal sepanjang pertandingan.
"Kita berusaha supaya tampil maksimal saja," kata Adyos.