Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN Kemlu RI, Ina H. Krisnamurthi, saat berbicara kepada awak media di Jakarta, Rabu, 4 November 2026. (Metrotvnews.com)
Kemlu Tunggu Konfirmasi Istana soal Kehadiran Presiden Prabowo di KTT ke-49 ASEAN
Muhammad Reyhansyah • 4 November 2026 13:30
Jakarta: Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI masih menunggu konfirmasi Istana Negara terkait kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-49 ASEAN di Filipina pada 15-17 November 2026.
Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN Kemlu RI, Ina H. Krisnamurthi, mengatakan pihaknya tengah mempersiapkan segala kebutuhan apabila Prabowo dipastikan menghadiri pertemuan tersebut.
“Untuk Presiden Republik Indonesia tentunya kami menunggu konfirmasi dari Istana. Saat ini, yang kami lakukan dari Kemlu adalah mempersiapkan yang terbaik apabila beliau dikonfirmasi hadir,” ujar Ina dalam keterangan media di Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Rabu, 4 November 2026.
KTT ke-49 ASEAN dan sejumlah pertemuan terkait dijadwalkan berlangsung di Filipina dengan mengusung tema “Navigating Our Future, Together”.
Menurut Ina, tema tersebut mencerminkan urgensi bagi negara-negara anggota ASEAN untuk memperkuat konektivitas dalam menghadapi tantangan global.
“Tema ini merefleksikan urgensi bagi negara-negara anggota ASEAN untuk memperkuat konektivitas dalam menghadapi berbagai tantangan global yang semakin kompleks,” kata Ina.
Ia menyebut sejumlah tantangan yang menjadi perhatian ASEAN, mulai dari ketahanan energi, ketahanan pangan, stabilitas ekonomi, hingga gangguan rantai pasok kawasan.
Agenda Strategis Kawasan
Selain itu, KTT ke-49 ASEAN juga akan membahas sejumlah isu strategis kawasan, salah satunya aspirasi Timor-Leste untuk menjadi Ketua ASEAN pada 2029. Namun, proses penyesuaian Timor-Leste sebagai anggota ASEAN masih berlangsung, termasuk pemenuhan berbagai norma dan penyesuaian hukum nasional.“Ini masih dalam proses karena penyesuaian Timor-Leste sebagai negara anggota ASEAN belum selesai. Banyak penyesuaian norma dan hukum nasional yang masih belum sempurna sehingga proses dan tahapannya masih terus berlangsung,” jelas Ina.
Dalam rangkaian KTT tersebut, ASEAN juga berencana meluncurkan logo baru dengan tambahan satu batang padi yang merepresentasikan Timor-Leste sebagai anggota organisasi tersebut. Peluncuran itu berkaitan dengan ratifikasi protokol yang telah disepakati dalam KTT sebelumnya.
Terkait kehadiran perwakilan negara mitra, Ina menyebut Tiongkok, Australia, dan Korea telah diindikasikan akan hadir. Sementara itu, konfirmasi kehadiran Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, Perdana Menteri India, Narendra Modi dan Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi masih ditunggu.
“Yang kami dengar dari Filipina, yang diindikasikan sudah mengonfirmasi kehadiran adalah Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Australia, dan Republik Korea. Yang masih menunggu konfirmasi adalah Presiden Amerika Serikat, Perdana Menteri India, dan Perdana Menteri Jepang,” kata Ina.
Filipina selaku ketua ASEAN juga mengundang sejumlah pemimpin negara dan organisasi internasional sebagai tamu Ketua.
Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, dan Managing Director Dana Moneter Internasional (IMF), Kristalina Georgiev, dijadwalkan menghadiri sesi pleno, sedangkan Presiden Brasil, Luiz Inácio Lula da Silva dan Perdana Menteri Inggris, Andy Burnham diundang untuk mengikuti East Asia Summit.
KTT ASEAN Siapkan 154 Dokumen Pembahasan
Ina mengatakan rangkaian KTT akan mencakup 19 kegiatan bagi para pemimpin, termasuk pertemuan dengan ASEAN Parliament, ASEAN Business, dan ASEAN Youth. Pada 16 November, para pemimpin dijadwalkan menggelar pertemuan dengan negara-negara mitra, sedangkan agenda pada 17 November mencakup KTT ASEAN Plus Three, East Asia Summit, serta sejumlah pertemuan dengan mitra dialog.Selain agenda tingkat kepala negara dan pemerintahan, para menteri luar negeri juga akan menghadiri sejumlah pertemuan, termasuk ASEAN Foreign Ministers' Meeting (AMM), ASEAN Political-Security Community Council, dan ASEAN Coordinating Council.
Salah satu agenda lainnya adalah penandatanganan aksesi Treaty of Amity and Cooperation (TAC) oleh tiga negara, termasuk Slovakia dan Slovenia.
Dalam kesempatan tersebut, Ina juga menjelaskan terdapat 154 dokumen dalam rangkaian pembahasan KTT. Dokumen-dokumen tersebut mencakup tiga pilar kerja sama ASEAN, yakni politik-keamanan, ekonomi, serta sosial-budaya.
“Kelihatannya banyak, tetapi tidak semua 154 dokumen ini dihasilkan oleh KTT. Dokumen-dokumen tersebut merupakan hal-hal yang harus dicatat, disahkan, atau ditandatangani oleh para pemimpin,” jelas Ina.
Ia menambahkan proses negosiasi sebagian besar dokumen tersebut berlangsung di tingkat kelompok kerja dan bersifat teknis sebelum dibawa ke tingkat pemimpin.
Baca juga: Indonesia Dorong ASEAN Jadi Organisasi Lebih Efektif Jelang Usia 60 Tahun