Menteri PKP Tegaskan Gentengisasi Bukan Sekadar Penuhi Kebutuhan Perumahan

Pengrajin genteng di Priangan Timur. Dokumentasi/ istimewa

Menteri PKP Tegaskan Gentengisasi Bukan Sekadar Penuhi Kebutuhan Perumahan

Achmad Zulfikar Fazli • 2 October 2026 23:11

Purwakarta: Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait menegaskan program Gentengisasi bukan sekadar pemenuhan kebutuhan material bangunan. Program ini juga menjadi momentum kebangkitan ekonomi pelaku UMKM lokal.

"Pemesanan genteng dalam skala besar ini memberikan dampak ekonomi instan bagi ekosistem masyarakat setempat," kata Maruarar saat pelepasan 125 truk yang mengangkut genteng produk UMKM lokal di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, dilansir dari Antara, Jumat, 2 Oktober 2026.

Dia mengatakan rantai ekonomi mulai dari perajin genteng, sopir truk, hingga kenek merasakan langsung manfaat finansial dari program Gentengisasi yang digagas Presiden Prabowo Subianto.

"Hari ini 500 ribu genteng yang diangkut 125 truk dilepas untuk memenuhi kebutuhan material bangunan perumahan dan bedah rumah. Saya cek sopirnya senang sudah dibayar, keneknya juga sudah, UMKM-nya juga happy," kata Maruarar.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait saat pelepasan 125 truk yang mengangkut genteng produk UMKM lokal di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. ANTARA/Ali Khumaini

Menurut dia, program Gentengisasi bukan sekadar pemenuhan kebutuhan material bangunan, tapi menjadi momentum kebangkitan industri genteng di Plered, Purwakarta.

Pemerintah berkomitmen mendorong pelaku UMKM agar naik kelas dengan meningkatkan kualitas produk sesuai standar nasional. Peningkatan kapasitas perajin dilakukan melalui edukasi, akses pembiayaan, hingga pendampingan sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI).

"UMKM ini dididik supaya naik kelas, supaya punya SNI yang tinggi. Ternyata mampu kok. Tadinya tidak punya SNI, sekarang punya," ujar Maruarar.
 


Berdasarkan data kementerian, di Purwakarta terdapat empat produsen genteng bersertifikat SNI dan 10 produsen yang memenuhi aspek keandalan. Di Majalengka, tercatat ada 34 perajin genteng yang memiliki sertifikasi SNI.

(Achmad Zulfikar Fazli)