Polisi Tak Temukan Unsur Bahan Peledak di Lokasi Ledakan Pakuwon City

Petugas berwenang saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mendalami penyebab ledakan di salah satu bangunan di Ruko San Antonio, Pakuwon City, Kecamatan Mulyorejo, Surabaya, Selasa (6/10/2026). (ANTARA/Didik Suhartono)

Polisi Tak Temukan Unsur Bahan Peledak di Lokasi Ledakan Pakuwon City

Whisnu Mardiansyah • 6 October 2026 11:43

Surabaya: Polisi memastikan tidak menemukan unsur bahan peledak atau bom di lokasi ledakan sebuah rumah toko (ruko) di kawasan San Antonio, Pakuwon City, Mulyorejo, Surabaya, Jawa Timur. Kesimpulan tersebut diperoleh setelah polisi bersama Tim Jibom melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan mengatakan hasil pemeriksaan di lokasi tidak menemukan material yang mengarah pada penggunaan bahan peledak.

“Setelah kita melaksanakan olah TKP bersama-sama dengan Jibom, kita tidak menemukan adanya bahan peledak. Kemudian dari keterangan saksi, kemungkinan besar kejadian ini diduga kuat berasal dari kebocoran gas,” kata Luthfie, seperti dilansir Antara, Selasa, 6 Oktober 2026.

Luthfie menjelaskan, sebelum ledakan terjadi terdapat seorang juru masak yang sedang memasak di dalam ruko. Saksi tersebut sempat mencium bau gas sebelum terjadi ledakan.

Polisi juga menemukan tiga tabung elpiji berkapasitas masing-masing 50 kilogram di lokasi kejadian. Namun, tidak ada satu pun tabung yang meledak.
 


Dari pemeriksaan awal, polisi menduga kebocoran terjadi pada bagian pipa. Meski demikian, penyidik masih mendalami sumber kebocoran, termasuk kemungkinan kebocoran berasal dari salah satu atau seluruh tabung.

“Dari hasil pemeriksaan, ketiga tabung tersebut dalam kondisi kosong karena gasnya sudah keluar,” ujar Luthfie.

Ledakan tersebut menyebabkan lima orang mengalami luka-luka. Korban terdiri dari empat laki-laki dan satu perempuan yang kemudian mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Haji Surabaya.

Selain menimbulkan korban luka, ledakan juga merusak sejumlah bangunan di sekitar lokasi. Polisi mencatat sekitar 41 bangunan terdampak, termasuk 15 rumah yang berada di belakang lokasi kejadian.

Kerusakan paling parah terjadi pada lima bangunan yang berada tepat di samping lokasi ledakan. Sementara itu, bangunan lainnya mengalami kerusakan ringan, terutama berupa kaca pecah akibat kuatnya getaran ledakan.

Tim Gegana Satbrimob Polda Jawa Timur Kompol Sandi menegaskan hasil pemeriksaan juga tidak menemukan elemen bom di lokasi kejadian.

“Dari hasil penyelidikan kami, unsur bahan peledak atau unsur-unsur yang mengandung bom tidak kami temukan. Kejadian ini murni karena tekanan gas yang terkumpul dalam satu ruangan,” tuturnya.

Polisi masih melakukan pengamanan di sekitar lokasi serta melanjutkan penyelidikan untuk memastikan sumber kebocoran gas dan penyebab pasti ledakan. Pemeriksaan terhadap pihak-pihak terkait juga akan dilakukan sebagai bagian dari proses penyelidikan.

(Whisnu M)