Langkah Perempuan Muara Angke Menuju Kemandirian Ekonomi

Pelatihan memesak menjadi rangkaian peringatan Hari Ibu ke-97 bertema Perempuan Berdaya dan Berkarya Menuju Indonesia Emas 2045.

Langkah Perempuan Muara Angke Menuju Kemandirian Ekonomi

16 December 2024 15:57

Jakarta:  Di sela riuh rendah aktivitas Pelabuhan Muara Angke, Jakarta Utara, puluhan perempuan pengupas kerang dan nelayan berkumpul dengan semangat berbeda. Bukan untuk bekerja seperti biasa, melainkan untuk mengasah keterampilan baru dalam peringatan Hari Ibu ke-97.

Bertajuk 'Perempuan Berdaya dan Berkarya Menuju Indonesia Emas 2045', kegiatan hasil kolaborasi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) dan Lemonilo ini menyasar penguatan ekonomi akar rumput di wilayah pesisir.

Bagi para perempuan di Muara Angke, hasil laut adalah nafas kehidupan. Namun, tantangannya sering kali terletak pada bagaimana mengolah hasil tangkapan tersebut agar memiliki nilai lebih.

Dalam sesi pelatihan, para peserta diajak bereksperimen mengolah ikan tongkol segar menjadi hidangan kreatif yang praktis namun tetap mengedepankan aspek nutrisi.

Menteri PPPA Arifah Fauzi, menyebut pemberdayaan perempuan di wilayah pesisir adalah langkah strategis untuk memutus rantai kemiskinan dan meningkatkan kualitas generasi mendatang.

"Ibu adalah penentu masa depan bangsa. Semangat ini merupakan kelanjutan dari perjuangan Raden Ajeng Kartini, di mana perempuan harus memiliki kapasitas untuk menyejahterakan keluarganya," ungkap Arifah.

Acara ini diikuti 25 ibu yang tinggal di kawasan pesisir Muara Angke. Dalam pelatihan ini, Lemonilo memberikan edukasi mengenai pengolahan ikan tongkol yang dipadukan dengan produk pangan praktis.

Acara ini diikuti 25 ibu yang tinggal di kawasan pesisir Muara Angke. Dalam pelatihan ini, Lemonilo memberikan edukasi mengenai pengolahan ikan tongkol yang dipadukan dengan produk pangan praktis.

VP of Marketing and Innovation Lemonilo Andita Rasyid mengatakan bahwa fokusnya adalah memberikan inspirasi bagi para ibu untuk menciptakan hidangan yang tidak hanya mudah dibuat, tetapi juga memenuhi standar nutrisi keluarga.

"Pemahaman mengenai nutrisi sangat krusial bagi ibu rumah tangga di wilayah pesisir agar mereka mampu memaksimalkan potensi pangan lokal yang tersedia di sekitar mereka," kata Andita.

VP of Legal, Compliance, and Public Policy & Government Relations Alicia Lisda Yunita mengatakan, kegiatan bersama
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak ini menjadi pelatihan yang relevan.

"Tentu Peringatan Hari Ibu Ke-97 ini penuh makna. Berkolaborasi dengan kementerian untuk menghadirkan pelatihan yang relevan dan dapat diimplementasikan oleh para perempuan yang tinggal di wilayah pesisir Muara Angke," katanya.

Selain pelatihan teknis, acara ini juga menyoroti potensi ekonomi jangka panjang. Wakil Menteri PPPA Veronica Tan, menekankan pentingnya standarisasi hasil olahan agar produk dari tangan para ibu pesisir ini dapat bersaing di pasar yang lebih luas.

"Kita ingin Muara Angke tidak hanya menjadi tempat ikan, tapi juga pusat kuliner atau fish market yang terstandar. Untuk itu, para ibu perlu terus dibina agar hasil tangkapannya tidak langsung dijual mentah, tapi diolah menjadi produk yang menarik minat pengunjung," kata Veronica.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com