Manajer Madura United Umar A Wachdin. Dokumentasi Ileague.id
Madura United Terjun ke Zona Degradasi, 9 Laga Jadi Penentu
Whisnu Mardiansyah • 30 March 2026 15:43
Jakarta: Madura United FC mulai masuk zona degradasi BRI Super League 2025/26. Tim berjuluk Laskar Sape Kerrab ini berada di posisi 16 dengan koleksi 20 poin.
Jumlah tersebut sejatinya serupa dengan raihan Persis Solo, namun Luis Marselo Morais dos Reis alias Lulinha dan kolega kalah head to head pada musim ini.
Koleksi poin tersebut juga masih sangat rawan membuat tim ini kian terbenam, karena Semen Padang FC mengumpulkan jumlah sama, dan PSBS Biak hanya tertinggal dua poin.
Manajer Madura United Umar A Wachdin menegaskan tekad tim ini sangat besar untuk bangkit pada sisa sembilan pertandingan. Laga itu melawan Borneo FC Samarinda, Persik Kediri, dan Persebaya Surabaya.
Selanjutnya, Madura United masih akan berhadapan dengan Dewa United Banten FC, Semen Padang FC, Bali United FC, Bhayangkara Presisi Lampung FC, PSIM Yogyakarta, dan PSM Makassar.
Umar mengatakan langkah konkret untuk bangkit salah satunya memperbarui pelatih. Saat ini, tim sedang berburu suksesor Carlos Parreira.
Manajemen Madura United hampir mendapatkan tanda tangan Joel Cornelli. Namun, mantan juru racik Arema FC itu batal bergabung dengan tim kebanggaan warga Madura ini.
.jpeg)
Ilustrasi Madura United. Foto: Instagram @maduraunited.fc.
“Sementara Coach RB, yang pimpin latihan. Tapi, misi besar kami jelas, mau bangkit di sisa laga ini. Itu sudah jadi atensi dari presiden klub kami, Achsanul Qosasi,” ujar Umar dikutip Ileague.id, Senin, 30 Maret 2026.
Presiden Madura United Achsanul Qosasi sebelumnya berharap agar Laskar Sape Kerrab bisa segera menjauh dari zona merah agar tetap bisa berkompetisi di BRI Super League musim depan.
“Ayo bangkit bersama. Jika kami takut mengambil peluang, kesempatan akan terbuang. Jika kami berani mengambil kesempatan, peluang akan terwujud,” jelasnya.