Venezuela Sebut Kesepakatan Minyak dengan AS Berlaku 25 Tahun

Ilustrasi kilang minyak. (Anadolu Agency)

Venezuela Sebut Kesepakatan Minyak dengan AS Berlaku 25 Tahun

Willy Haryono • 30 August 2026 17:28

Caracas: Presiden interim Venezuela Delcy Rodriguez mengatakan kesepakatan minyak dengan Amerika Serikat (AS) akan berlaku selama 25 tahun, dengan target produksi minyak menjadi lebih dari 1,5 juta barel per hari.

Rodriguez menyampaikan hal tersebut kepada stasiun televisi pemerintah VTV pada Sabtu kemarin saat menjelaskan kesepakatan minyak yang disebutnya bersejarah.

"Tujuan kami adalah melangkah lebih jauh dengan menandatangani kesepakatan besar lainnya yang melibatkan perusahaan-perusahaan raksasa seperti Chevron, Repsol, Eni, Shell dan BP. Kami ingin menjadi kekuatan energi," kata Rodriguez, dikutip dari Anadolu Agency, Minggu, 30 Agustus 2026.

Ia mengatakan sekitar US$19 dari setiap barel minyak yang diproduksi dan dijual berdasarkan kesepakatan tersebut akan masuk langsung ke Venezuela.

Dengan asumsi harga minyak USD65 per barel, Rodriguez memperkirakan Venezuela dapat memperoleh pendapatan sekitar USD209,335 miliar dari kesepakatan tersebut.

Menurut Rodriguez, proyek tersebut mencakup pengembangan delapan ladang minyak di Sabuk Minyak Orinoco yang membentang lebih dari 55.000 kilometer persegi di bagian timur dan timur-tengah Venezuela.

Kesepakatan itu menetapkan royalti minimal 16 persen serta pajak penghasilan sebesar 34 persen. Rodriguez mengatakan skema tersebut diharapkan mempercepat pemulihan ekonomi Venezuela.

Venezuela Pertahankan Kepemilikan Minyak

Rodriguez menegaskan Venezuela tetap memiliki dan menguasai sumber daya alamnya meski AS menyediakan modal, teknologi, dan kapasitas operasional untuk memulihkan sektor minyak strategis negara tersebut yang terdampak sanksi.

"Harus benar-benar jelas bahwa Venezuela mempertahankan kepemilikan dan kedaulatan atas sumber dayanya," ujarnya.

Ia juga berjanji pemerintah akan terbuka kepada masyarakat mengenai nilai investasi, volume produksi, penerimaan negara, serta ketentuan yang berlaku bagi perusahaan operator.

Trump Klaim AS Dapat Kendali Mayoritas

Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengatakan Washington telah menyelesaikan kesepakatan dengan Venezuela untuk memperoleh kendali mayoritas atas lebih dari 65 miliar barel cadangan minyak terbukti.

"Amerika Serikat baru saja mencapai kesepakatan dengan Venezuela mengenai transaksi minyak terbesar dalam sejarah dunia," tulis Trump melalui Truth Social pada Jumat (28/8).

Trump mengatakan kesepakatan tersebut dicapai melalui kemitraan dengan sektor swasta dan tidak akan membebani pembayar pajak AS.

Ia juga mengklaim kesepakatan tersebut akan meningkatkan cadangan minyak AS secara signifikan dan dalam jangka panjang membantu menurunkan harga bahan bakar bagi masyarakat Amerika.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyebut kesepakatan tersebut sebagai "kemenangan besar" bagi kedua negara. Menurut Rubio, perjanjian tersebut akan membawa hampir USD100 miliar investasi swasta ke Venezuela.

Baca juga:  Trump Klaim AS Capai Kesepakatan Minyak Terbesar dengan Venezuela

(Willy Haryono)