Ilustrasi Gedung BEI. Foto: dok MI.
7 Perusahaan Antre Masuk Bursa, Sektor Kesehatan Mendominasi
Ade Hapsari Lestarini • 30 August 2026 09:26
Jakarta: PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat tujuh perusahaan berada dalam pipeline atau antrean untuk melangsungkan Initial Public Offering (IPO) di pasar modal Indonesia per 28 Agustus 2026.
"Hingga saat ini, terdapat tujuh perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI," ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI Saidu Solihin dalam keterangannya, dilansir Antara, Minggu, 30 Agustus 2026.
Dari tujuh perusahaan dalam pipeline IPO tersebut, tiga perusahaan memiliki aset skala besar di atas Rp250 miliar, dua perusahaan memiliki aset skala menengah antara Rp50 miliar hingga Rp250 miliar, dan dua perusahaan memiliki aset skala kecil di bawah Rp50 miliar.
Klasifikasi skala aset perusahaan tersebut mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 53/POJK.04/2017.
Berdasarkan sektor, empat perusahaan dalam pipeline IPO berasal dari sektor kesehatan. Sementara itu, masing-masing satu perusahaan berasal dari sektor barang konsumen primer, energi, dan industri.
Hingga 28 Agustus 2026, BEI mencatat tujuh perusahaan telah melangsungkan IPO dengan total dana yang dihimpun mencapai Rp2,16 triliun. Dengan demikian, jumlah perusahaan tercatat di pasar modal Indonesia mencapai 963 perusahaan.

Ilustrasi papan perdagangan di BEI. Foto: dok MI/Usman Iskandar.
BEI catat penerbitan 122 emisi
Di sisi lain, BEI mencatat penerbitan 122 emisi dari 62 penerbit Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS) dengan total dana yang dihimpun mencapai Rp112 triliun hingga 28 Agustus 2026.
Pada periode yang sama, terdapat 14 emisi dari sembilan penerbit EBUS yang berada dalam pipeline penerbitan. Penerbit tersebut berasal dari berbagai sektor.
Untuk aksi rights issue atau Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD), sebanyak 15 perusahaan telah melaksanakan aksi tersebut dengan total nilai Rp15,85 triliun hingga 28 Agustus 2026.
Sementara itu, terdapat satu perusahaan dari sektor properti yang berada dalam pipeline untuk melaksanakan aksi rights issue.