Lewat Digitalisasi Layanan, Jasa Raharja Tekan Waktu Penyelesain Santunan

Jasa Raharja. (Istimewa)

Lewat Digitalisasi Layanan, Jasa Raharja Tekan Waktu Penyelesain Santunan

Lukman Diah Sari • 5 September 2026 20:55

Jakarta: PT Jasa Raharja (Persero) menyabet penghargaan Anugerah Ekonomi Hijau 2026 untuk kategori Penggerak Ekonomi Hijau, pada Kamis, 3 September 2026. Penghargaan ini merupakan wujud apresiasi atas peran Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, dalam memperkuat ekosistem keselamatan transportasi berbasis data dan digitalisasi.

Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di dalam ekosistem Danantara Indonesia, Jasa Raharja dinilai sukses menghadirkan perlindungan dasar negara secara nyata melalui pelayanan yang cepat, terintegrasi, dan mudah diakses. Awaluddin menegaskan, bahwa penghargaan ini merupakan pelecut semangat pihaknya untuk terus konsisten berkolaborasi dalam menguatkan layanan publik.

“Penghargaan ini merupakan apresiasi bagi seluruh insan Jasa Raharja dan para mitra, serta tentunya seluruh masyarakat Indonesia yang bersama-sama membangun ekosistem keselamatan transportasi. Transformasi digital serta integrasi data yang kami lakukan diarahkan agar perlindungan bagi masyarakat dapat diberikan lebih cepat, tepat, dan terhubung dari tahap pencegahan hingga penanganan korban kecelakaan,” ujar Awaluddin, dalam keterangan resmi, diterima pada Sabtu, 5 September 2026.

Jasa Raharja dinilai sukses menggenjot transformasi digital melalui integrasi data lintas instansi, mulai dari Korlantas Polri, Ditjen Dukcapil, pemerintah daerah, hingga rumah sakit. Keterhubungan sistem ini membuat alur penanganan korban kecelakaan sejak tahap pelaporan, penjaminan, hingga penyaluran santunan berjalan lebih ringkas.

Hal ini dibuktikan dengan data hingga Mei 2026, sebanyak 2.841 rumah sakit telah terhubung langsung ke dalam sistem Jasa Raharja. Rata-rata kecepatan penyelesaian santunan untuk korban meninggal dunia hanya memakan waktu 1 hari 5 jam.


Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin. (Istimewa)

Selain itu, Jasa Raharja tidak melulu berfokus pada penanganan pascakecelakaan. Sepanjang Januari hingga Mei 2026, Jasa Raharja tercatat telah menggelar 3.354 program preventif keselamatan transportasi. Rangkaian program tersebut meliputi edukasi lalu lintas, safety riding, pertolongan gawat darurat, pemetaan titik rawan, hingga operasi gabungan.

“Melalui pemanfaatan data, kami tidak hanya berfokus pada percepatan santunan setelah kecelakaan terjadi, tetapi juga mengidentifikasi risiko, memperkuat program keselamatan, dan mendorong kolaborasi lintas sektor. Tujuannya adalah menekan angka kecelakaan dan fatalitas di jalan, sehingga masyarakat dapat merasakan perlindungan yang menyeluruh,” tambah Awaluddin.

Dengan berlandaskan semangat "Melayani Sepenuh Hati", Jasa Raharja terus berkomitmen menghadirkan layanan yang responsif dan transparan. Kolaborasi lintas sektor serta digitalisasi tanpa henti ini diharapkan mampu mewujudkan ekosistem transportasi nasional yang lebih aman dan berkeselamatan.

(Lukman Diah Sari)