Partai sayap kanan Jerman, Alternative for Germany (AfD), memenangkan pemilihan umum negara bagian Saxony-Anhalt. Foto: EFE-EPA
Partai yang Dikenal Rasis di Jerman, Menang Pemilu Daerah Timur
Fajar Nugraha • 7 September 2026 19:05
Berlin: Partai sayap kanan Jerman, Alternative for Germany (AfD), memenangkan pemilihan umum negara bagian Saxony-Anhalt pada hari Minggu dengan perolehan suara rekor sebesar 43,8%, namun gagal meraih suara mayoritas untuk memerintah sendirian.
Sementara itu, partai konservatif Christian Democratic Union (CDU) merosot ke titik terendah dalam sejarah sebesar 17,2%. Hal didapatkan menurut hasil resmi sementara.
Otoritas pemilihan umum negara bagian menyatakan bahwa seluruh surat suara telah dihitung. AfD berhasil melipatgandakan perolehan suara mereka dari 20,8% pada 2021 dan mencatatkan hasil terkuatnya dalam pemilihan umum negara bagian mana pun di Jerman.
Partai ini memenangkan 39 dari 83 kursi di parlemen Magdeburg, kurang tiga kursi dari jumlah 42 yang dibutuhkan untuk meraih mayoritas mutlak. Mengingat semua partai besar lainnya menolak berkoalisi dengan AfD, hasil ini mengarah pada ketidakpastian politik dan proses pembentukan pemerintahan yang akan memakan waktu lama.
Tingkat partisipasi pemilih mencapai 77,8%, naik dari 60,3% pada tahun 2021 dan merupakan angka tertinggi di negara bagian tersebut sejak reunifikasi Jerman.
"Kami telah mencapai apa yang memang ingin kami capai. Kami telah mencetak sejarah di negara bagian ini," ujar kandidat utama AfD, Ulrich Siegmund, kepada saluran televisi publik, seperti dikutip dari Anadolu, Senin 7 September 2026.
Ulrich mengatakan bahwa kerja sama hanya mungkin dilakukan "dengan pihak-pihak yang mendukung tuntutan AfD akan perubahan kebijakan yang jelas," baik itu "melalui fraksi parlemen maupun melalui anggota parlemen secara individu."
Saat ditanya apa yang akan terjadi jika tidak ada mitra koalisi yang muncul, ia menjawab: "Jika perlu, akan diadakan pemilihan umum ulang."
Partai Sosial Demokrat (SPD) menempati posisi ketiga dengan perolehan suara 9,3%, salah satu hasil terlemah mereka di negara bagian wilayah timur tersebut. Partai Hijau (Greens) menyusul dengan 8,9% dan partai sosialis Left Party (Die Linke) dengan 8,6%. Aliansi Sahra Wagenknecht (BSW) berhasil melampaui ambang batas 5% dengan perolehan 5,3% dan masuk ke parlemen baru.
Partai Demokrat Bebas (FDP), mitra junior dalam pemerintahan yang akan berakhir masa jabatannya, gagal mencapai ambang batas dengan perolehan suara 2,6%. Partai CDU pimpinan Merz meraih 15 kursi, turun dari 40 kursi pada tahun 2021. Partai Hijau (Greens), Partai Demokrat Sosial (SPD), dan Partai Kiri (Die Linke) masing-masing memenangkan delapan kursi, sementara partai populis sayap kiri BSW meraih lima kursi. Partai-partai lainnya secara gabungan memegang 44 kursi.
Angka-angka tersebut tidak menunjukkan jalan yang jelas menuju pembentukan mayoritas pemerintahan. Koalisi antara CDU, SPD, dan Partai Hijau akan menguasai 31 kursi.
Jika Partai Kiri turut bergabung, jumlah kursi blok tersebut akan menjadi 39, namun masih kurang dari ambang batas 42 kursi. AfD hanya bisa mencapai mayoritas jika mendapat dukungan dari BSW. BSW dapat memilih untuk mendukung kandidat AfD, mendukung kandidat yang diusung CDU, atau bersikap abstain. Dalam pemungutan suara putaran ketiga untuk pemilihan kepala pemerintahan negara bagian, hanya diperlukan suara terbanyak (pluralitas), bukan mayoritas mutlak.
Para pemimpin partai diperkirakan akan memaparkan sikap mereka minggu ini, dengan pembicaraan awal untuk menjajaki koalisi kemungkinan akan dimulai dalam beberapa hari mendatang.
Badan intelijen dalam negeri Jerman (BfV) telah mengklasifikasikan cabang regional AfD sebagai organisasi ekstremis sayap kanan.
Menurut laporan yang terbukti, BfV menyatakan bahwa sebagian elemen partai itu mempromosikan pandangan rasis dan etnis mengenai identitas nasional yang tidak sejalan dengan tatanan konstitusional demokratis negara tersebut. Partai-partai arus utama merujuk pada penilaian itu dalam mempertahankan sikap mereka untuk menolak memerintah bersama AfD.