Presiden AS Donald Trump. (Anadolu Agency)
Trump Ancam Blokir Penjualan Pesawat Bombardier Buatan Kanada di AS
Muhammad Reyhansyah • 8 September 2026 11:14
Washington; Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan menghentikan penjualan pesawat perusahaan Kanada Bombardier di pasar Amerika Serikat jika perusahaan tersebut tidak memindahkan produksinya ke AS.
"TAK BOLEH LAGI MENJUAL BOMBARDIER DI AMERIKA SERIKAT!" tulis Trump melalui platform Truth Social, Senin, 7 September 2026. Ia menegaskan Bombardier harus membangun fasilitas produksi di AS jika ingin tetap mengakses pasar Amerika.
"Jika mereka menginginkan pasar kami, mereka harus memproduksi di sini dan berhenti memperlakukan Amerika seperti 'celengan,'" lanjut Trump, dikutip dari BBC.
Ancaman tersebut disampaikan di tengah memburuknya hubungan perdagangan kedua negara. Kanada dijadwalkan memberlakukan tarif balasan terhadap produk Amerika Serikat senilai USD20 miliar hanya beberapa jam setelah pernyataan Trump.
Bombardier tidak secara langsung menanggapi ancaman tersebut. Dalam pernyataannya, perusahaan menekankan bahwa operasionalnya menciptakan puluhan ribu lapangan kerja di Amerika Serikat dan menyatakan tetap menghargai kemitraannya dengan perusahaan serta pekerja Amerika.
Bombardier saat ini memiliki fasilitas di Kansas yang memproduksi pesawat misi khusus militer dan mempekerjakan sekitar 3.500 pekerja di Amerika Serikat. Perusahaan juga memiliki fasilitas di sejumlah negara bagian lain, termasuk Texas, Arizona, Florida, dan California.
Sekitar setengah dari 5.100 pesawat Bombardier di dunia dioperasikan oleh pelanggan yang berbasis di Amerika Serikat.
Belum jelas bagaimana Trump akan menerapkan ancaman untuk membatasi Bombardier. Pesawat perusahaan tersebut diproduksi di Kanada, Amerika Serikat, dan Meksiko serta memenuhi ketentuan perjanjian perdagangan Amerika Utara yang dikenal sebagai CUSMA di Kanada dan USMCA di AS.
Bombardier merupakan salah satu perusahaan besar Kanada dan menyumbang sekitar 7,4 miliar dolar Kanada terhadap produk domestik bruto negara tersebut pada 2024. Perusahaan itu juga menjadi salah satu pemberi kerja terbesar di sektor manufaktur Quebec.
Perdana Menteri Quebec Christine Fréchette mengatakan pemerintah provinsi akan mendukung Bombardier dan menolak tekanan agar perusahaan Kanada menentukan lokasi produksinya demi mendapatkan akses ke pasar tertentu.
Hubungan perdagangan Kanada dan AS sendiri semakin memburuk setelah pembicaraan dagang kedua negara terhenti pada akhir bulan lalu. Amerika Serikat kemudian memberlakukan tarif baru hingga 50 persen terhadap sejumlah produk Kanada.
Baca juga: Trump Ingin Ubah Nama Danau di Kanada Jadi Lake America, Ford: Tetap Lake Ontario!