PNM menggandeng Kementerian Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) untuk memperkuat ekonomi perempuan. Foto: Dok istimewa
Perkuat Ekonomi Perempuan di NTT, PNM Gandeng KemenPPPA
Eko Nordiansyah • 14 May 2026 11:07
Jakarta: PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menggandeng Kementerian Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) untuk memperkuat ekonomi perempuan di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), melalui pengembangan klasterisasi usaha berbasis potensi lokal.
Di Ngada, komoditas pala dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi produk bernilai tambah. Selama ini, sebagian besar hasil panen masyarakat masih dijual dalam bentuk mentah dengan harga relatif terbatas.
“Perempuan memiliki peran penting dalam menggerakkan ekonomi keluarga dan komunitas. Kami ingin mendorong perempuan di daerah untuk memiliki kesempatan lebih luas untuk berkembang dengan memanfaatkan potensi lokal yang dimiliki, termasuk komoditas pala di Ngada,” kata Direktur Utama PNM, Kindaris, dikutip dari keterangan tertulis, dilansir dari Antara, Kamis, 14 Maret 2026.
“Melalui berbagai program pendampingan dan pengembangan klaster usaha, kami berharap potensi lokal di berbagai daerah dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” lanjutnya.

(Pengembangan klasterisasi usaha berbasis potensi lokal. Foto: Dok istimewa)
Bangun ekosistem usaha berkelanjutan
Melalui pengembangan klasterisasi, masyarakat tidak hanya didorong menghasilkan produk, tetapi juga membangun ekosistem usaha berkelanjutan mulai dari budidaya, pengolahan, hingga pemasaran.Dengan program ini, para perempuan pengusaha ultra mikro, mendapatkan pendampingan mulai dari penguatan kapasitas usaha, pengolahan hasil pala, pengemasan produk, hingga mendapatkan akses pasara.
Pendampingan itu diharapkan dapat membantu masyarakat meningkatkan kualitas produk sekaligus memperbesar peluang usaha berkelanjutan.
Pengembangan klasterisasi pala juga menjadi ruang pemberdayaan sosial bagi perempuan desa, sekaligus diharapkan dapat mendukung program pemerintah melalui konsep One Village One Product (OVOP), yakni pengembangan ekonomi desa berbasis potensi unggulan lokal yang memiliki nilai tambah dan daya saing.
Kolaborasi PNM dan Kemen PPPA ini sekaligus sebagai upaya untuk mendorong perempuan Indonesia semakin mandiri secara ekonomi, sambil tetap memanfaatkan kekayaan alam dan kearifan lokal di daerah masing-masing.