Semeru Erupsi, Awan Panas Guguran Meluncur dari Puncak

Gunung Semeru erupsi dengan tinggi letusan mencapai 1 km di atas puncak pada Rabu (13/5/2026) pagi. ANTARA/HO-PVMBG

Semeru Erupsi, Awan Panas Guguran Meluncur dari Puncak

Lukman Diah Sari • 15 May 2026 14:55

Lumajang: Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur (Jatim) kembali erupsi, pada Jumat siang, 15 Mei 2026. Letusan itu disertai awan panas guguran.

"Telah terjadi erupsi Gunung Semeru pada pukul 11.57 WIB, namun tinggi kolom abu vulkanik tidak teramati karena tertutup kabut," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Mukdas Sofian, melansir Antara.

Dia mengatakan erupsi itu terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi sekitar 4 menit 10 detik. Menurut dia, jarak luncur awan panas guguran tidak diketahui lantaran kondisi gunung berkabut. 

Gunung Semeru erupsi dengan tinggi letusan mencapai 1 km di atas puncak pada Rabu (13/5/2026) pagi. ANTARA/HO-PVMBG

Berdasarkan catatan petugas, gunung tertinggi di Pulau Jawa itu mengalami erupsi sebanyak enam kali sejak pukul 00.53 WIB hingga 11.57 WIB, dengan visual letusan tidak teramati semuanya karena tertutup kabut. Ia menjelaskan Gunung Semeru berstatus Level III (Siaga) dengan rekomendasi, masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer dari puncak (pusat erupsi).

"Di luar jarak tersebut, masyarakat diimbau tidak beraktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak," katanya.

Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar). Dia mengimbau warga mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru.

"Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan," ujarnya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)