Kematian Migran di Tahanan ICE Meningkat di Era Trump

Agen imigrasi ICE saat melakukan penangkapan terhadap terduga pelanggar imigrasi. Foto: The New York Times

Kematian Migran di Tahanan ICE Meningkat di Era Trump

Fajar Nugraha • 14 January 2026 20:05

Washington: Jumlah kematian migran di pusat penahanan Imigrasi dan Bea Cukai Amerika Serikat (ICE) meningkat seiring lonjakan penahanan sejak kebijakan imigrasi diperketat pada masa Presiden Donald Trump. Data resmi menunjukkan pusat detensi imigrasi menjadi lingkungan yang berisiko bagi para tahanan.

Sorotan terhadap ICE menguat setelah penembakan fatal terhadap pengunjuk rasa Renee Nicole Good di Minneapolis, Minnesota, pada 7 Januari. Namun, laporan lembaga tersebut mengungkap bahwa dalam 10 hari pertama 2026 saja, sedikitnya empat orang meninggal dunia saat berada dalam tahanan.

Keempat korban seluruhnya laki-laki berusia 42–68 tahun, terdiri atas dua warga Honduras, satu warga Kuba, dan satu warga Kamboja. Dua kematian disebut terkait masalah jantung, sementara dua lainnya belum dijelaskan secara rinci dan satu kasus masih dalam penyelidikan.

Tahun 2025 sebelumnya telah menjadi tahun paling mematikan bagi tahanan ICE dalam dua dekade terakhir. Sedikitnya 30 orang meninggal dunia di pusat detensi imigrasi, jumlah tertinggi sejak 2004, atau setahun setelah ICE dibentuk.

Angka tersebut bahkan melampaui total kematian selama masa pemerintahan Joe Biden pada 2021–2025 yang mencapai 26 orang. Lonjakan kematian ini terjadi seiring peningkatan jumlah tahanan yang mencapai lebih dari 68.000 orang dewasa pada akhir Desember 2025, naik hampir dua kali lipat dibanding Desember 2023.

Kekhawatiran juga muncul terkait layanan kesehatan di pusat penahanan. Laporan American Civil Liberties Union pada 2024 menyimpulkan hingga 95% kematian di tahanan ICE sebenarnya dapat dicegah dengan perawatan medis yang layak, setelah ditemukan banyak kasus salah penanganan dan keterlambatan perawatan. Hingga saat ini, ICE belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar terkait temuan tersebut.


(Keysa Qanita)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)