Michael Carrick Jadi Pelatih Sementara Manchester United, Ini Alasannya

Michael Carrick. Foto: Manutd.com

Michael Carrick Jadi Pelatih Sementara Manchester United, Ini Alasannya

Arga Sumantri • 15 January 2026 17:57

Jakarta: Keputusan Manchester United menunjuk Michael Carrick sebagai pelatih kepala sementara hingga akhir musim memiliki cerita tersendiri. 
Keputusan itu mengandung rangkaian pertimbangan strategis yang melibatkan struktur manajemen baru klub, evaluasi mendalam atas performa sebelumnya, serta kebutuhan mendesak akan stabilitas di tengah musim yang berjalan tidak ideal karena pemecatan di tengah jalan.

Melansir Antara, proses ini dimulai dua hari setelah pemecatan Ruben Amorim, yang mengakhiri masa jabatannya dengan catatan kemenangan 38,1 persen. Angka ini jadi yang terendah bagi pelatih Manchester United di era Liga Inggris.

Direktur Olahraga Manchester United Jason Wilcox dan CEO Omar Berrada kemudian bergerak cepat untuk menentukan pelatih sementara yang akan menangani klub hingga akhir kompetisi 2025/2026.

Berdasarkan laporan dari ESPN, Wilcox dan Berrada yang bertugas mencari pelatih sementara untuk United menilai bahwa tugas menstabilkan tim hingga akhir musim membutuhkan figur dengan pengalaman yang sudah mengenal klub sejak lama.

Tiga nama yang muncul adalah mantan pemain era Sir Alex Ferguson, yaitu Michael Carrick, Ole Gunnar Solskjaer, dan Ruud van Nistelrooy. Ketiganya memiliki kesamaan latar belakang sebagai mantan pemain Manchester United dan pernah menjalani peran pelatih sementara di klub.

Dalam proses ini, manajemen klub melibatkan Sir Alex Ferguson, meskipun perannya sebagai duta klub telah dihentikan oleh pemilik minoritas Sir Jim Ratcliffe pada Oktober 2024.

Ferguson diundang ke pusat latihan Carrington untuk memberikan pandangannya. Pertemuan berlangsung dalam suasana informal saat sarapan bersama Wilcox dan Berrada, dengan fokus membahas tiga kandidat yang semuanya pernah bekerja di bawah kepemimpinannya.

Ferguson disebut mengenal ketiga kandidat dengan sangat baik, sehingga pandangannya dinilai relevan meskipun tidak bersifat menentukan. Klub enggan mengulangi kesalahan masa lalu ketika Ferguson secara langsung menunjuk David Moyes pada 2013, yang berakhir dengan kegagalan hanya dalam waktu 10 bulan. Namun, dukungan positif Ferguson terhadap Carrick disebut memberi penguatan tersendiri dalam proses pengambilan keputusan.

Wilcox melakukan kontak awal dengan Carrick, Solskjaer, dan Van Nistelrooy sehari setelah pemecatan Amorim. Ketiganya diminta mempresentasikan rencana mereka untuk menyelamatkan musim Manchester United, yang masih menyisakan target realistis berupa kualifikasi kompetisi Eropa. 

Carrick dan Solskjaer menjalani pertemuan tatap muka dengan Wilcox dan Berrada. Sementara, Van Nistelrooy berdiskusi melalui pertemuan daring.

Manajemen akhirnya memilih skema pelatih interim hingga akhir musim. Keputusan ini diambil untuk memberi ruang bagi klub melakukan rekrutmen pelatih permanen secara menyeluruh pada musim panas, tanpa tekanan waktu yang sempit. Dalam konteks itu, Carrick dinilai paling memenuhi kriteria jangka pendek klub.

Salah satu faktor utama yang menguatkan posisi Carrick adalah pemahamannya terhadap kultur internal Manchester United. Klub secara eksplisit menginginkan figur yang tidak membutuhkan masa adaptasi panjang.

Carrick menghabiskan 12 tahun sebagai pemain di Old Trafford dan kemudian bekerja sebagai pelatih di era Jose Mourinho dan Solskjaer. Ia dianggap memenuhi kebutuhan tersebut.

Dari sisi teknis, Carrick dikenal memiliki pendekatan kepelatihan yang lebih langsung dan terlibat di lapangan. Saat menjadi asisten Solskjaer pada 2018 hingga 2021, ia berbagi tanggung jawab kepelatihan dengan Kieran McKenna dan lebih sering berhubungan dengan para pemain ketimbang Ole. Carrick dikenal memiliki otoritas alami di ruang ganti dan dihormati oleh para pemain senior tanpa harus mengandalkan pendekatan konfrontatif. Carrick memang tidak banyak bicara dan tenang sejak semasa menjadi tumpuan lapangan tengah United di era Fergie.

Persaingan terdekat Carrick datang dari Solskjaer. Namun, meskipun mantan pelatih asal Norwegia itu dinilai memiliki kedekatan emosional dengan klub, manajemen menilai Carrick lebih adaptif dan sesuai dengan struktur organisasi baru. Solskjaer diberi tahu secara langsung bahwa klub memilih kandidat lain, dan pemberitahuan itu berlangsung secara profesional.

Setelah keputusan diambil, Carrick segera mulai membentuk staf kepelatihannya. Jonathan Woodgate, Jonny Evans, Travis Binnion, dan Steve Holland ditunjuk sebagai asisten.

Kehadiran Holland menjadi elemen penting dalam struktur ini. Mantan asisten Gareth Southgate di timnas Inggris tersebut dikenal memiliki pendekatan disiplin tinggi dan pengalaman bekerja di level elite bersama Jose Mourinho, Carlo Ancelotti, dan Antonio Conte.

Penambahan Holland mencerminkan keinginan klub menyeimbangkan karakter Carrick yang cenderung tenang dengan figur yang lebih menuntut secara teknis dan mental. Meski Carrick belum pernah bekerja langsung dengan Holland sebelumnya, pemain tim utama disebut menyambut positif kehadiran pelatih berusia 55 tahun itu.

Manajemen klub juga mempertimbangkan rekam jejaknya dalam mengambil keputusan tegas. Pada masa tugas singkatnya sebagai pelatih sementara pada 2021, saat dia menggantikan Ole yang dipecat, Carrick berani mencadangkan Bruno Fernandes dan Cristiano Ronaldo dalam pertandingan penting. Langkah tersebut menunjukkan bahwa ia tidak ragu mengambil keputusan tak populer demi kepentingan tim.

Sebagai pemain, Carrick juga dikenal memiliki ketegasan internal. Ia pernah menjadi perantara antara pemain dan Louis van Gaal terkait metode latihan yang dianggap terlalu menekan. Dalam konteks Manchester United saat ini, karakter tersebut dinilai relevan untuk mengelola ruang ganti yang berada dalam tekanan hasil buruk.

Carrick telah memimpin sesi latihan pertamanya, Kamis, 15 Januari 2026. Dua lawan berat sudah menanti, yaitu Manchester City dan Arsenal dalam dua laga awal.

Klub tidak memberikan jaminan apa pun terkait status jangka panjangnya. Pun juga untuk penyediaan transfer pemain di bulan Januari.

Fokus utama manajemen adalah stabilitas, peningkatan performa, dan menjaga peluang satu-satunya yang tersisa hingga akhir musim, yaitu kualifikasi kompetisi Eropa.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Arga Sumantri)