Peluncuran D-8 Halal Expo Indonesia 2026 di Jakarta. Foto: Metrotvnews.com
D-8 Halal Expo 2026 Diluncurkan, Jadi Mesin Kerja Sama Negara Berkembang
Muhammad Reyhansyah • 14 January 2026 23:39
Jakarta: Indonesia resmi meluncurkan D-8 Halal Expo Indonesia 2026 sebagai bagian dari komitmen keketuaannya di forum Developing-8 (D-8) untuk menjadikan ekonomi halal sebagai pilar utama kerja sama antarnegara berkembang. Pameran ini akan digelar pada April 2026 di Senayan Tennis Indoor, Jakarta, dan menjadi side event resmi Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) D-8 2026.
Peluncuran yang berlangsung di Jakarta pada Rabu, 14 Januari 2026 tersebut dihadiri perwakilan Kementerian Luar Negeri, Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), pelaku usaha, serta para pemangku kepentingan ekonomi halal dari dalam dan luar negeri.
Melalui ajang ini, Halal Expo Indonesia resmi bertransformasi dari pameran nasional menjadi platform kolaborasi internasional di bawah kerangka D-8, yang menghubungkan pelaku usaha, investor, dan regulator sekaligus memperkuat integrasi perdagangan halal antarnegara anggota.
Direktur Sosial Budaya dan Kemitraan Strategis Kemlu RI, Ary Aprianto, menegaskan expo ini bukan sekadar ajang pameran dagang, melainkan alat diplomasi ekonomi untuk memperkuat posisi D-8 dalam peta ekonomi halal dunia.
“Expo ini bukan sekedar pameran dagang, tetapi juga katalis untuk memperkuat diplomasi ekonomi dan titik awal kolaborasi strategis yang dapat mengangkat kesejahteraan pelaku usaha, memperkuat posisi D8 di peta ekonomi halal dunia, dan menjadikan Indonesia sebagai pusat inovasi halal,” ujar Ary.
Dari sisi kebijakan nasional, KNEKS menilai D-8 Halal Expo Indonesia 2026 sebagai langkah konkret dalam membangun rantai nilai halal lintas negara. Direktur Bisnis dan Kewirausahaan Syariah KNEKS, Putu Rahwidiyasa, mengatakan ajang ini akan membantu pelaku usaha Indonesia memperluas jaringan ekonomi halal global, menarik investasi langsung, dan memperkuat rantai pasok halal yang terintegrasi.
“Dalam KTT D8 Mesir, Presiden yang juga Ketua KNEKS menyampaikan pentingnya menciptakan rantai nilai halal melalui penguatan jaringan ekonomi halal D-8. Expo ini menjadi langkah awal bagi Indonesia untuk memfasilitasi pelaku usaha Indonesia membangun jaringan Ekonomi Halal Global, sekaligus menarik investasi langsung ke dalam negeri dan memperkuat rantai nilai halal terintegrasi,” jelas Putu.
Sementara itu, kalangan dunia usaha melihat expo ini sebagai gerbang akses pasar ke negara-negara D-8 yang memiliki populasi gabungan lebih dari 1,2 miliar jiwa. Ketua Komite Tetap ICCD dan D-8 KADIN, Mohamad Bawazeer, menilai ajang ini membuka peluang kemitraan bisnis antarnegara anggota untuk memenuhi kebutuhan produk halal dunia melalui kolaborasi business-to-business.
Dalam konteks ekonomi global yang diliputi fragmentasi perdagangan dan ganggan rantai pasok, ekonomi halal dipandang sebagai jangkar stabilitas baru.
Karena itu, D-8 Halal Expo Indonesia 2026 dirancang melibatkan berbagai sektor strategis yang meliputi pangan, kosmetik, farmasi, manufaktur, teknologi digital, logistik, keuangan syariah hingga pariwisata ramah Muslim dengan target menghasilkan kesepakatan bisnis konkret melalui skema business matching dan forum investasi.